after final exam Presenter

after final exam Presenter
with my lecturer

Laman

Me and Gustav Aulia

Me and Gustav Aulia
After Final presenter

Jumat, 02 April 2010

ANTROPOLOGY CULTURE FINAL EXAM

FINAL EXAM CULTURAL ANTHROPOLOGY

KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT

( STUDY KASUS PADA KEBUDAYAAN SUNDA MAJALENGKA )















PREPARED BY :

Name : ASTRID ANNISA PUTRI
Nim : 2007110533
Class : MC11-10B












SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI

THE LONDON SCHOOL OF PUBLIC RELATIONS-

JAKARTA


2009

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Indonesia disebut sebagai Negara kepulauan. Pulau – pulau di Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan banyaknya pulau – pulau di Indonesia, maka lahirlah berbagai kebudayaan yang berbeda pula. Kesatuan Indonesia harus kita jaga, karena jika Indonesia kehilangan salah satu pulau ataupun wilayah, maka kesatuan di NKRI akan menjadi tidak sempurna. Selain itu juga karena banyak hal –hal yang menarik yang dapat kita teliti dari suatu kebudayaan sunda itu sendiri. Seperti yang kita ketahui kebudayaan sunda adalah suatu kebudayaan dari jawa barat yang beraneka ragam. Walaupun sama-sama memiliki kebudayaan yang sama, namun masih banyak pula perbedaan-perbedaan dari kebudayaan sunda di setiap daerah jawa barat itu sendiri. Maka dan oleh sebab itu saya tertarik untuk meneliti kebudayaan sunda didaerah Majalengka , karena daerah majalengka sudah terbukti banyak hal-hal yang menarik yang dapat kita angkat sebagai makalah.namun, dari pemerintah daerah jawa barat sendiri sepertinya kurang memperhatikan padahal daerah majalengka sendiri tidak kalah memiliki budaya dan adat istiadat yang menarik.






1.1.1 Rumusan Masalah
Bagaimana penerapan unsur - unsur budaya sebagai kebudayaan universal pada Budayaan sunda Majalengka ?

1.2 Tujuan Penulisan Makalah
1.2.1 Untuk mengetahui dan menganalisis unsur bahasa
1.2.2 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem teknology dan Alat produksi
1.2.3 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem mata pencaharian
1.2.4 Untuk mengetahui dan menganalisis organisasi sosial
1.2.5 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem pengetahuan.
1.2.6 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem religi
1.2.7 Untuk mengetahui dan menganalisis kesenian di daerah terebut.












BAB II
KERANGKA TEORITIS
2.1 Definisi Kebudayaan :
2.1.1 Secara Etimologis
Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu ‘budayyah’ yang merupakan jamak dari kata budhi yang artinya akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau akal.

2.1.2 Secara Konseptual
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
4. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima oleh semua masyarakat.
5. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
2.1.3 Secara Operasional
Kebudayaan adalah seluruh hasil karya manusia yang melingkupi pengetahuan, kepercayaan, adat istiadat dan kemampuan lain yang dihasilkan manusia dengan belajar.

2.1.4 Tabel Variabel Instrumen
Variable teori Variabel Dimensi Indikator
Kebudayaan Karya



Adat istiadat



Belajar - Alat transportasi
- Alat tulis
- Mebel

- Norma
- Kebiasaan
- Aturan

- Prestasi
- Pengetahuan
- Pengalaman

2.2 Definisi Masyarakat
2.2.1 Secara Etimologis
Masyarakat secara etimologi berasal dari bahasa Arab dengan kata dasar syaraka (verb) atau syariek (noun) yang berarti teman. Dan dalam bahasa Inggris kata masyarakat itu sepadan dengan kata Society yang berasal dari kata Socius, artinya bergaul. Jadi, Masyarakat secara kebahasaan dapat diartikan sebagai kelompok orang yang berteman dan bergaul

2.2.2 Secara Konseptual
1. Menurut JL Gillin (sosiolog) dan JP Gilin (antropolog)
Masyarakat adalah sekelompok orang yang satu sama lain merasa terikat oleh kebiasaan tertentu, tradisi, perasaan, dan prilaku yang sama.
2. Menurut Koentjaraningrat
Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi sesuai dengan adat istiadat tertentu yang sifatnya berkesinambungan, dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
3. Menurut Selo Soemardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.
4. Menurut (Ralph Linton 1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.
5. Menurut Drs.Sidi Gazalba
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

2.2.3 Secara Operasional
Masyarakat adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi dan terikat oleh kebiasaan, identitas dan adat istiadat yang sama.

2.2.4 Tabel Variabel Instrumen
Variable teori Variabel Dimensi Indikator
Masyarakat Interaksi



Identitas



Adat istiadat - Pengirim pesan
- Medium
- Penerima pesan

- Ciri fisik
- Kewarganegaraan
- Kebudayaan

- Norma
- Kebiasaan
- Aturan












BAB III
METHODELOGY PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian Kuantitatif
Data dalam metode penelitian kuantitatif adalah data yang pasti.
Data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang sekedar yang terlihat , terucap, tetapi data yang mengandung makna dibalik yang terlihat dan terucap tersebut.

3.1.1 Metode penelitian Kualitatif
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah , ( sebagai lawannya adalah eksperimen ) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakkukan secara trianggulasi ( gabungan ), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan kan makna pada generalisasi.

3.1.2 Penelitian Study Kasus
Study kasus adalah suatu penelitian yang bersifat lebih mendalam dengan penekanan pada suatu kasus spesifik yang terjadi dalm satu rentang.

3.2 Metode Analisis Data
Data coding dan tabulating merupakan titik mulai pekerjaan analisis. Tujuan analisis adalah menyempitkan dan membatasi penemuan – penemuan hingga menjadi suatu data yang teratur serta tersusun dan lebih berarti. Proses analisis merupakan usaha untuk menentukan jawaban atas pertanyaan perihal rumusan-rumusan dan pelajaran – pelajaran atau hal-hal yang kita peroleh dalam proyek penelitian.



3.2.1 Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati, dicatat untuk pertama kalinya. Data tersebut menjadi data sekunder jika dipergunakan orang yang tidak berhubungan langsung dengan peneliti yang bersangkutan.
Untuk mengumpulkan data primer dapat digunakan :
• Metode survey
• Metode observasi
• Metode eksperimen

3.2.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti misalnya dari biro statistic, majalah keterangan-keterangan atau publikasi lainnya . jadi, data sekunder berasal dari tangan kedua, ketiga, dan seterusnya. Artinya melewati satu atau lebih pihak yang bukan peneliti sendiri. Karena itu perlu adanya pemeriksaan ketelitian.bukan berarti bahwa data sekunder kalh bermutu dibandingkan data primer , bahkan kalau mungkin data sekunder dicari lebih dulu, barang kali ada yang cocok dengan tujuan penelitian . dengan demikian akan lebih hemat biaya, waktu dan tenaga.










BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Unsur Bahasa
Unsur bahasa yang digunakan dalam daerah sunda di Kabupaten Majalengka ini adalah Bahasa Sunda yang halus. Namun, seiring mengikuti perkembangan zaman yang telah maju sekarang ini banyak warga masyarakat Majalengka sendiri menggunakan bahasa indonesia guna untuk dapat melakkukan komunikasi dengan orang diluar daerah majalengka itu sendiri.

4.2 Unsur Sistem Technology dan Alat Produksi
4.3 Unsur Sistem Mata Pencaharian
4.4 Unsur Organisasi sosial
4.5 Unsur Sistem Pengetahuan
4.6 Unsur Religi
Disini untuk unsur religi didaerah Majalengka itu sendiri mayoritas beragama muslim atau islam masyarakatnya.
4.7 Unsur Kesenian





KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, hanya karena rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Kebudayaan dan Masyarakat Study kasus pada kebudayaan sunda Majalengka “ .
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Cultural Antropology. Serta untuk menambah wawasan anda tentang Kebudayaan Masyarakat terutama kebudayaan sunda di Majalengka.
Dengan kerendahan hati saya menyadari bahwa banyak pihak yang telah membantu saya baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai yang direncanakan.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Tutik Dwi Winarno yang telah member tugas dan membimbing saya dalam mengerjakan makalah ini dapat saya selesaikan dengan baik.
Segala sesuatunya tidak ada yang sempurna, begitu juga pada penulisan makalah ini baik secara isi maupun penulisannya yang dikarenakan keterbatasan dari saya. Oleh sebab itu saya mengharapkan saran dan kritik dari anda agar makalah ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan pembaca pada umumnya.

Jakarta, Juli 2009


PENULIS

LAMPIRAN


GERBANG EMAS KABUPATEN MAJALENGKA




TUGU Dari Kabupaten Majalengka






RUMAH ADAT MAJALENGKA


Pernikahan Adat Majalengka


PENDOPO KABUPATEN MAJALENGKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar