after final exam Presenter

after final exam Presenter
with my lecturer

Laman

Me and Gustav Aulia

Me and Gustav Aulia
After Final presenter

Kamis, 01 April 2010

Assignment Qualitative Dramaturgis

ASSIGNMENT DRAMATURGIS
DIARY SHEET
Hari : Rabu
Tgl : 18 November, Jam : 08.00 pagi
Tempat : Bus Transjakarta

Pengamatan Hari Pertama
“ saya pergi ke kampus selalu menggunakan Bus Transjakarta atau Busway, nah, pada saat saya naik dan duduk di dekat kursi sang supir atau Pramudi sebutan untuk supir di bus transjakarta itu, saya sedikit takjub dan salut sekali, karena saya melihat ada wanita yang bisa membawa bus sebesar itu. Awalnya saya kira si pramudi ini adalah cowo tapi ternyata dia adalah cewe…hhhhheeee karena penampilannya yang tomboy abis dari mulai rambut,cara dia ngomong dan jalannya sangat-sangat tidak ada femininnya. Cara dia mengemudi itu sangat sangat baik dan membuat penumpang nyaman, dan ternyata dia sangatlah ramah terhadap penumpang. Pada saat itu di halte transit matraman terjadi penumpukan yang sangat ramai, dan si pramudi ini tetap sabar menunggu penumpang yang naik dan turun dari busnya. Ternyata setelah saya berkenalan dengannnya beliau bernama Delvy umurnya sekitar 28 tahun. Disepanjang jalan itu dia mengemudi sangatlah santai karena dia tahu bahwa penumpang di dalam mobilnya sangatlah banyak. Kita juga saling bercerita ternyata dia adalah lulusan S1 universitas Sahid spesialis Advertising. Rumahnya dia adalah di Menteng Wadas Jakarta pusat. Ternyata dia adalah anak tunggal di keluarganya. Tak terasa saya telah sampai di halte terakhir Dukuh Atas dan siap berangkat ke kampus, akhirnya saya janjian untuk kembali bertemu dengannya esok hari pada saat saya pergi kuliah lagi. Entah kenapa saya jadi sangat tertarik untuk dapat tahu kehidupan aslinya dari seorang supir busway,mangkanya saya mulai melakkukan penelitian untuk terjun langsung ke dalam lingkungan mereka tanpa mereka sadari.”

Hari ke 2 : Jum’at
Tanggal : 20 November 2009 , jam : 11.00
Tempat : Bus Transjakarta dan Shelter Pulo Gadung

Penelitian Hari ke -2
“keesokkan harinya pada saat saya berangkat kuliah,di shelter Pulo Gadung saya bertemu lagi dengan si pramudi ini, keliatannya di siang hari dia sibuk menggunkan hpnya dengan wajah yang sedikit panic dan cemas,lalu cara dia mengendarai busnya dengan sangat kencang. Ternyata setelah saya memperhatikan dan bertanya, dia ingin cepat-cepat aplus atau pulang. Seperti yang saya perhatikan ternyata hamper semua pramudi jika sudah pukul 11.00 sudah mulai menyeting waktu agar bisa tepat pada saat aplus. Dan ternyata tidak hanya itu ternyata banyak cinta lokasi yang terjadi di transjakarta antara sesama supir. Dan kebanyakan pramudi wanita di busway adalah single parent atau janda, perselingkuhan yang terjadi di antara pramudi wanita dan pria bukanlah hal yang taboo lagi. Hampir supir wanitanya adalah seorang perokok berat. Banyak diantaranya dari pramudi busway yang pendidikannya D3 dan S1. Rata-rata dari mereka banyak juga yang dari kalangan mampu,namun karena mereka ingin bekerja yang santai dan hanya mengandalkan tenaga saja, jadinya mereka memilih untuk menjadi seorang supir busway. Salah satu supir wanita yang bernama delvy setelah saya mengenal dia, dia bercerita bahwa dia pernah menjadi pecandu narkoba khususnya shabu pada masa dia kuliah. Dan akhirnya dia menceritakan kenapa dia sampai detik ini bisa bangkit dan sembuh dari ketergantungannya itu. Orang tua yang terlalu membebaskan dia dan orangnya juga sibuk bekerja sehingga tidak memperhatikan pergaulan dari anaknya sendiri. Akhirnya setelah dia selesai kerja, dia mengajak saya untuk main kerumahnya di daerah menteng wadas. Yang tidak saya duga ternyata dia berasal dari keluarga yang mapan, dia memiliki mobil pribadi mobil jazz dirumahnya. Pada saat saya dirumahnya itu hanya ada dia dan pembantunya saja. Kesehariannya dia setelah pulang kerja hanya dirumah nonton DVD dan kadang dia menemani pacarnya latihan Band. Ternyata dulu dia pernah bekerja di suatu PH dan menjadi team Creative, namun, tak bertahan lama karena dia merasa jenuh. Ternyata si delvy ini dirumahnya dia adalah seorang anak yang manja terhadap mamanya. Walaupun terlihat pada saat dia sedang bekerja dia Nampak jauh lebih cool,tomboy ngga ada muncul anak maminya sekali. Selain itu setelah saya juga memperhatikan tingkah laku dari semua supir busway ternyata mereka banyak juga dari kalangan orang-orang yang berpendidikan.


Hari : Kamis
Tgl : 19 November 2009, Jam : 18.00 petang
Tempat : Bus Transjakarta
“Penelitian Hari ke 3 “
Ternyata setelah saya memperhatikan supir busway yang lain pada malam hari itu sudah semua supir adalah laki-laki tidak ada supir wanitanya. Dan kebanyakan supir-supir pria ini bawa mobilnya sudah mau ngebut ajja dan kadang tidak sabaran. Mungkin mereka sudah tak sabar untuk kembali ke mess. Ternyata pada saat pukul 8 malam itu sudah putaran terakhir, mereka tidak saja langsung kembali ke pool melainkan harus mengantri mengisi bahan bakar dulu di pemuda, dengan antrian mobil yang panjang dan juga waktu yang melaelahkan sekali untuk mengisi BBG tersebut..bahwa hingga larut malam mereka baru bisa tiba di pool padahal esok paginya sudah harus kembali bekerja lagi pada pukul 4 pagi mereka sudah harus kembali bekerja..





A. FRONT STAGE
• Supir busway biasanya berumur 28 tahun ke atas
• Keseriusan dia menjadi supir karena minimnya peluang pekerjaan.
• Banyak dari supir busway adalah wanita
• Pendidikan mereka ada yang D3,S1 bahkan SMA/Setaranya
• Banyak juga yang single parent
• Janda dan Duda
• Banyak dari mereka yang memang ramah terhadap penumpang.
• Ada dari supir wanita yang memang mapan dalam hal ekonomi, menjadi supir hanya sekedar mencari kesibukan semata saja.
• Hapir dari semua supir wanita dan pria adalah perokok.

B. MIDDLE STAGE
• Lingkungan di busway khususnya koridor 4 Pulo gadung-Dukuh atas itu sangat-sangat kekeluargaan apalagi antara sesama supir.
• Pada jam istirahat biasa mereka gunakan pada saat jam BBG itu untuk makan dan merokok.
• Pada saat jam aplusan yang mereka lakukan adalah hanya ngobrol sebentar lalu langsung pulang ke rumah atau mess.
• Gengsi sebagai supir busway pasti ada karena banyak dari orang-orang yang menganggap remeh tentang busway itu sendiri.

C. BACK STAGE
• Banyak cinta lokasi yang terjadi di Busway baik sesame supir atau satgasnya.
• Ada juga yang kumpul kebo atau sudah tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan.
• Ada beberapa dari supir busway adalah mantan pecandu narkoba.
• Banyak juga dari mereka yang berasal dari kalangan mampu, seperti suaminya yang pengacara.
• Banyak cinta terlarang yang terjadi disana, kadang ada dari istri-istri supir busway yang dateng ke pool hanya untuk mengecek suaminya yang tidak kunjung pulang.
• Ada juga dibalik pembawaannya yang berani ternyata dia adalah seseorang yang cengeng.
























BUKTI OTENTIK

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar