after final exam Presenter

after final exam Presenter
with my lecturer

Laman

Me and Gustav Aulia

Me and Gustav Aulia
After Final presenter

Kamis, 01 April 2010

Tugas Sosiologi

Hasil observasi kita terhadap beberapa pengamen yang ada di Jakarta. Seperti yang saya ambil didaerah pancoran Jakarta selatan, ada banyak sekali pengamen-pengamen jalanan yang range umurnya itu dari 5-17 tahun. Namun, banyak pula yang usiannya masih sekolah dasar. Hebatnya mereka yang bekerja menjadi seorang pengamen ternyata paginya anak-anak itu sekolah seperti biasanya anak-anak seumuran mereka. Selain itu juga ternyata pendapatan mereka setiap harinya bisa mencapai Rp. 50.000,00.
Ternyata banyak dari mereka yng tinggal didaerah cipinang, yang pastinya lumayan jauh dari tempat kerja mereka disekitar pancoran,tebet,kampung melayu dan sekitarnya. Dengan membentuk beberapa tim untuk membagi-bagi wilayah mereka sendiri seolah mereka membagi wilayah agar mereka semua berpendapatan rata setiap harinya.
Seperti yang kita ketahui ternyata ada orang-orang yang memantau mereka untuk bekerja. Dan orang-orang itu bisa dibilang adalah seorang preman yang memang menguasai daerah tersebut. Sepertinya kalian sendiri pun sudah banyak yang tahu tentang hal ini.
Sepertinya sekarang-sekarang ini sudah banyak sekali rumah singgah untuk anak-anak jalanan yang benar-benar ingin meningkatkan daya kreatifitasnya terutama dalam bidang kesenian, seperti yang kita ketahui pada saat ini pemerintah telah membantu membuatkan rumah singgah dan menyalurkan bakat-bakat mereka seperti yang dilakukan dik doank dan didi petet. Namun, itu baru sebagian dari pengamen jalanan yang beruntung. Selebihnya masih banyak sekali pengamen-pengamen cilik yang masih terlantar, itu terjadi karena jumlah rumah singgah lebih sedikit dari jumlah pengamen yang ada di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Nama pengamen yang kami wawancarai bernama Ryan usia 13 tahun yang sekolah hanya sampai SD saja. Bocah yang berasal dari Surabaya ini yang tinggal di Jakarta ini dengan pamannya dibilangan cipinang. Orang tua ryan sudah lama meninggal sejak ryan berumur 9 tahun, pada akhirnya ia di asuh oleh pamannya yang bekerja sebagai kuli bangunan yang pendapatannya hanya kurang lebih 30.000,-per hari.oleh karna itu ryan bekerja sebagai pengamen untuk membantu-bantu pamannya untuk makan sehari-hari.
Banyaknya pengamen yang sekarang ini semakin banyak didaerah manapun yang sudah tersebar. Namun, sangat disayangkan karena mereka dipekerjakan oleh preman-preman yang memang mengawasi gerak-gerik setiap anak buahnya yang bekerja dijalanan. Besarnya setoran yang diberikan adalah sebesar lima puluh persen sesuai dengan berapa besar pendapatan yang mereka dapatkan. Hal ini terjadi karena semakin sempitnya lahan pekerjaan yang ada sehingga banyak sekali orang-orang yang melakukan pekerjaan yang negative. Walaupun para preman ini sudah sering terkena razia namun tetap saja mereka bisa bebas kembali. Pengamen jalanan di kisaran daerah pancoran ini memang banyak dari anak-anaknya yang kreatif membuat serta memainkan alat music tersebut sehingga tidak sedikit orang yang tertarik untuk memberika uangnya untuk para pengamen tersebut. Jadi kita tidah boleh memandang sebelah mata terhadap para pengamen-pengamen yang ada, seharusnya kita membantunya agar mereka bisa merubahnya dan menjadi lebih baik dengan kreasi mereka yang menghasilkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar