after final exam Presenter

after final exam Presenter
with my lecturer

Laman

Me and Gustav Aulia

Me and Gustav Aulia
After Final presenter

Selasa, 06 April 2010

Development Technology Assignment

Astrid A. Putri
Cindy Pratiwi
Siti Gegen Maimunah
MC11-10B
Development Communication of Technology

Radio Technology
Radio didasarkan pada studi tentang James Clerk Maxwell, yang mengembangkan teori matematika gelombang elektromagnetik, dan Heinrich Hertz, yang merancang sebuah alat untuk menghasilkan dan mendeteksi mereka. Guglielmo Marconi, mengenali kemungkinan penggunaan gelombang ini untuk system komunikasi nirkabel, memberikan demonstrasi (1895) dari telegraf nirkabel, dengan menggunakan kumparan percikan Hertz sebagai pemancar dan Edouard Branly's coherer (detektor radio dimana konduktansi antara dua konduktor diperbaiki oleh bagian dari arus frekuensi tinggi) sebagai radio pertama penerima. Jarak operasi yang efektif dari sistem ini meningkat, dan pada tahun 1901, Marconi berhasil mengirimkan huruf S melintasi Samudera Atlantik menggunakan kode Morse. Pada tahun 1904, Sir John A. Fleming mengeembangkan electron tabung vakum pertama, yang mampu mendeteksi gelombang radio secara elektronik. Dua tahun kemudian, Lee De Forest menemukan audion, jenis triode, atau tiga-unsur tabung, yang tidak hanya mendeteksi gelombang radio, melainkan juga memperkuat sinyal radio.

Radio telephony -transmisi musik dan pidato- yang di mulai pada tahun 1906 merupakan karya Reginald Fessiden dan Ernst FW Alexanderson, tapi tidak sampai Edwin H. Armstrong(1913) mempatenkan rangkaian penerima untuk regeneratif dalam jangka panjang penerimaan radio menjadi praktis. Perkembangan utama radio awalnya adalah untuk komunikasi kapal-ke-pantai. Setelah pembentukan (1920) stasiun KDKA di Pittsburgh, Pa, yang pertama stasiun penyiaran komersial di Amerika Serikat, perbaikan teknis di industri meningkat, demikian pula radio popularitas.Tahun 1926 jaringan penyiaran pertama dibentuk, mengantar pada zaman keemasan radio. Penelitian selanjutnya melahirkan banyak perbaikan teknis dan untuk aplikasi seperti faksimili radio, radar, dan televisi. Yang terakhir program radio berubah drastis, dan 1940-an dan 50-an program yang paling popular menunjukkan komedi dan drama dari radio ke televisi. Radio pemrograman menjadi kebanyakan musik dan berita, dan talk show menjadi lebih sedikit. Pergantian abad melihat potensi radio untuk bangkit lagi sebagai radio digital mobile memasuki pasar dengan berbasis satelit layanan berlangganan d I Eropa (1998) dan di Amerika Serikat (2000). Dua tahun kemudian, tanah berbasis radio digital layanan berlangganan diresmikan di Amerika Serikat.

Menggunakan Gelombang Radio
Tujuan utama dari radio adalah untuk menyampaikan informasi dari satu tempat ketempat lain melalui intervensi media (yakni, udara, ruang, bahan non conducting) tanpa kabel. Selain digunakan untuk transmisi suara dan sinyal televisi, radio digunakan untuk transmisi data dalam bentuk kode. Dalam bentuk radar itu juga digunakan untuk mengirimkan sinyal dan mengambil refleksi dari benda-benda. Radio digital, baik satelit dan terestrial, memberikan kejelasan dan peningkatan volume audio. Berbagai perangkat remote control, termasuk roket dan system operasi satelit buatan dan otomatis katup dalam pipa, diaktifkan oleh sinyal radio. Perkembangan transistor dan perangkat microelectronic lainnya mengarah ke pengembangan pemancar dan penerima portabel. Cordless telepon seluler dan sebenarnya radio transceiver. Banyak panggilan telepon secara rutin yang disampaikan melalui radio, bukan oleh kawat; ada yang dikirim melalui radio relay satelit.
Transmisi dan Penerimaan Gelombang Radio
Untuk propagasi dan penangkapan gelombang radio, pemancar dan penerima juga bekerja. Sebuah gelombang radio bertindak sebagai pembawa sinyal informasi yang dapat dikodekan langsung pada gelombang dengan secara berkala secara bersilangan dengan transmisi oleh sebuah proses yang disebut modulasi. Informasi actual dalam sebuah sinyal termodulasi terkandung dalam side bands atau ditambahkan ke frekuensi gelombang pembawa, bukan dalam gelombang pembawa itu sendiri. Dua jenis yang paling umum digunakan dalam modulasi radio adalah modulasi amplitudo (AM) dan frekuensi modulation (FM). Frekuensi modulasi meminimalkan kebisingan dan menyediakan kesetiaan yang lebih besar dari amplitude modulasi, yang merupakan metode penyiaran yang lebih tua. Kedua AM dan FM adalah system transmisi analog, yaitu, mereka memproses suara menjadi pola-pola yang berbeda-beda terus menerus seperti sinyal listrik yang menyerupai gelombang suara. Radio digital menggunakan system transmisi dimana sinyal merambat sebagai pulsa-pulsa tegangan diskrit, yaitu, sebagai pola angka; sebelum transmisi, sinyal audio analog diubah menjadi sinyal digital, yang dapat ditransmisikan dalam frekuensi AM atau FM jangkauan. Siaran radio digital compact-disc menawarkan kualitas penerimaan dan reproduksi pada FM FM-band dan kualitas penerimaan dan reproduksi di band AM.

Dalam bentuk yang paling umum, radio digunakan untuk transmisi suara (suara dan musik) dan gambar (televisi). Suara dan gambar akan dikonversi ke sinyal-sinyal listrik oleh mikrofon (suara) atau video kamera (foto), diperkuat, dan digunakan untuk memodulasi gelombang pembawa yang telah dihasilkan oleh rangkaian osilator dipemancar. Para pembawa yang termodulasi juga diperkuat, kemudian diterapkan pada antena yang mengubah sinyal listrik ke gelombang elektromagnetik untuk radiasi ke ruang angkasa. Seperti memancarkan gelombang dengan kecepatan cahaya dan tidak ditularkan hanya oleh garis pandang, tetapi juga oleh defleksi dari ionosfer.
Ada beberapa perbedaan antara AM dan FM penerima. Dalam sebuah transmisi gelombang pembawa frekuensi konstan dan bervariasi dalam amplitudo (kekuatan) sesuai dengan suara hadir pada mikrofon; di FM pengangkut konstan dalam amplitude dan frekuensi bervariasi. Karena suara yang mempengaruhi sebagian sinyal radio, tapi tidak sepenuhnya, diwujudkan dalam variasi amplitudo, wide band FM kurang senditif terhadap kebisingan saat menerima sinyal. Dalam penerima FM, dengan limiter dan tahapan discriminator sirkuit yang semata-mata untuk merespon perubahan frekuensi.Tahap-tahap lain dari penerima FM yang mirip dengan yang PM penerima tetapi memerlukan lebih banyak perawatan dalam desain dan perakitan untuk memanfaatkan sepenuhnya keuntungan FM. FM juga digunakan dalam system suara televisi. Dalam kedua penerima, radio dan televisi, sekali sinyal-sinyal dasar telah dipisahkan dari gelombang pengeras suara atau perangkat tampilan, dimana mereka akan dikonversi menjadi suara dan citra visual masing-masing.

Sabtu, 03 April 2010

kuestioner kuantitatif

KUESTIONER
TANGGAPAN PEMIRSA TELEVISI TERHADAP PROGRAM ACARA“REPUBLIK MIMPI “DI TVONE
Name Respondent :
Concentration :
Batch/Class :
Sex :
Program acara “Negeri Impian” di TV One meningkatkan pengetahuan anda akan perpolitikan Indonesia ( SS, S, R, TS, STS).
Program acara “Negeri Impian” di TV One merupakan kreasi yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya demokrasi (SS, S, R, TS, STS).
Program acara “Negeri Impian” di TV One memberi pemahaman akan suatu bentuk komunikasi politik (SS, S, R, TS, STS).
Program acara “Negeri Impian” di TV One sepertinya hanya mengeritik Pemerintah tanpa memberikan solusi (SS, S, R, TS, STS).
Program acara “Negeri Impian” di TV One hanya suatu program hiburan (SS, S, R, TS, STS)

kuestioner kuantitatif

KUESTIONER
TANGGAPAN PEMIRSA TELEVISI TERHADAP PROGRAM ACARA“REPUBLIK MIMPI “DI TVONE
Name Respondent :
Concentration :
Batch/Class :
Sex :
Program acara “Negeri Impian” di TV One meningkatkan pengetahuan anda akan perpolitikan Indonesia ( SS, S, R, TS, STS).
Program acara “Negeri Impian” di TV One merupakan kreasi yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya demokrasi (SS, S, R, TS, STS).
Program acara “Negeri Impian” di TV One memberi pemahaman akan suatu bentuk komunikasi politik (SS, S, R, TS, STS).
Program acara “Negeri Impian” di TV One sepertinya hanya mengeritik Pemerintah tanpa memberikan solusi (SS, S, R, TS, STS).
Program acara “Negeri Impian” di TV One hanya suatu program hiburan (SS, S, R, TS, STS)

bETAwi cULTURE

4.2 BUDAYA BETAWI

SEJARAH SINGKAT KOTA JAKARTA
Pada abad ke 14 telah berdirinya kerajaan Pajajaran yang mempunyai banyak Bandar atau Pelabuhan. Salah satunya adalah Sunda kelapa yang letaknya disekitar kali Ciliwung ( daerah pasar ikan sekarang ).
Tahun 1522 portugis masuk ke sunda kelapa tanggal 22 Juni 1527 Sunda kelapa direbut oleh gabungan pasukan muslim demak dan cirebon yang dipimpin oleh fatahillah dan diubah namanya menjadi Jayakarta ( kemenangan yang sempurna ). Penamaan ini di ilhami dari Al-Qur’an dalam surat al fatah ayat 1 yang berbunyi “ Inna FATAHNA LAKA FATHAN MUBINA “ yang artinya “ sesungguhnya kami telah memberikan kemenangan pada mu, kemenangan yang tegas kemenangan yang tegas dan sempurna ini di alihbahasakan menjadi jayakarta.
Tanggal 30 mei 1619, jayakarta jatuh ke tangan belanda ( dibawah pimpinan Gubernur Jan Pieterszoon Coen )dan diganti namanya menjadi “ Batavieren “ ( Batavia ).
Tanggal 8 agustus 1942 , batavia jatuh ke tangan jepang dan diubah namanya menjadi Tokubethusi.
Tahun 1945 , Jakarta ditetapkan sebagai ibu kota Negara RI Tahun 1950, Jakarta menjadi kota Praja dibawah pimpinan Walikota ( walikota 1 : Bpk. Suwiryo ).


SENI BUDAYA BETAWI

Beberapa jenis kesenian yang ada didaerah Jakarta adalah :
1. Seni tari
2. Seni musik
3. Seni teater
4. seni bela diri

Seni Tari diantaranya adalah :
• Tari cokek merupakan tarian pergaulan yang penuh keriangan. Ditarikan oleh sepasang pria dan wanita. Gerakan pinggul wanita dan gerakan – gerakan lucu penari pria yang diiringi nyanyian dan hentakan musik gambang kromong.
• Tari samra adalah sebuah tarian yang khusunya ditarikan oleh penari pria. Gerakan tarinya menyerupai gerakan silat , tetapi sedikit lembut. Tari ini biasanya diselingi orkes gambus.


SENI MUSIK
Diantaranya adalah :
• Gambang Kromong adalah seni musik yang peratannya terdiri dari gambang ( kayu ), teh yan ( rebab kecil ), kong an yan ( rebab sedang ), shu kong ( rebab besar ), ning nong ( rangkaian kecil logam ), kemong ( gong kecil ), kromong, kecrek , dan kendang. Beberapa lagu betawi yang populer dan enak didengar bila diiringi perangkat musik ini adalah jail – jail kroncong , dan kemayoran . pada alat musiknya yang dihasilkan tetap budaya betawi.
• Tanjidor merupakan jenis musik pengiring yang sebagian besar terdiri dari alat –alat tiup seperti terompet, clarinet , pikolo, ditambah tambur, jidor dan lain-lain. Musik ini biasanya digunakan untuk mengiringi arak –arakan , seperti ondel – ondel , pengantin sunatan dsb.

SENI TEATER
Diantaranya adalah :
• Topeng merupakan pertunjukan teater tradisional Betawi yang biasanya dibuka oleh suatu tarian yang disebut tarian topeng. Pertunjukan penuh humor segar melukiskan kehidupan sehari- hari orang betawi. Dialog antar pemain sering diselingi pembicaraan dengan penonton.
• Lenong bercerita tentang kepahlawanan ( contoh, si pitung, si jampang ) atau kejahatan. Pesan utamanya bahwa sampai kapanpun penindasan dan kesewenangan dan segala bentuk kejahatan lain akan dikalahkan oleh kebenaran dan kebaikkan. Penyajian cerita selalu diselingi humor sehingga suasana hidup dan meriah.
• Ondel – ondel menjadi “mascot “masyarakat betawi, berbentuk boneka besar terbuat dari bambu berbentuk wajah menyeramkan dihiasi dengan hiasan pengantin, ini dulu digunakan untuk mengusir roh- roh jahat yang suka mengganggu. Ondel – ondel biasanya diiringi oleh musik gambang kromong , tanjidor , gendak pencak atau Qasidah.
• Wayang kulit betawi biasanya berlakon wayang disusun sendiri oleh dalang berdasarkan cerita tokoh – tokoh mahabrata. Beberapa cerita wayang kulit betawi adalah cepot jadi raja, bambang Sinar Matahari, barung Buta Sapujagat dsb.

MAKANAN DAN MINUMAN KHAS BETAWI

 Makanan Pokok
a) Laksa : ketupat sayur, sate manis , kerupuk dan sambal.
b) Soto betawi : ketupat , soto babat , gorengan , emping dan sayur.
c) Babanci : ketupat, sayur, sate, buntil, kerupuk dan sambal.
d) Sambal / sayur godok : ketupat , sayur , semr, kerupuk merah.
e) Sayur tangkar : ketupat, sayur, emping, sate, lembut dan sambal.
f) Nasi ulam
g) Gado – gado
h) Asinan
i) Toge goring
j) Karedok.

 Makanan Pendamping
a) Ayam bekana
b) Sate pentul
c) Sate tahu
d) Laksa penganten
e) Sayur asem

 Minuman
a) Sekoteng
b) Bir pletok
c) Es kocok
d) Es kuda

 Makanan Kecil / Kue
a) Kerak telor
b) Kue pepe
c) Kue talam
d) Kue kalabikang
e) Kue jongkong
f) Kue putu
g) Kue ongol – ongol
h) Kue Lumpur sorge
i) Kue mangkok
j) Kue pancong
k) Kue cente manis
l) Kue cucur
m) Kue serabi


SENJATA KHAS BETAWI

Orang betawi mengenal beberapa jenis senjata tradisional. Beberapa diantaranya adalah badik, parang atau golok, keris, tombak, toya dan cabang.

KENDARAAN KHAS BETAWI

Kendaraan khas betawi yang dahulu digunakan adalah sbb:

• Sado, alat transportasi pertama yang meramaikan Jayakarta.
• Oorembai, sebuah kanal yang membelah molenvlet sekarang jl.gajah mada dan jl.hayam wuruk, untuk mengangkut kayu. Pada pertengahan Abad 15. penggalian kanal dilakkukan orang - orang thionghoa.
• Trem lonceng , permulaan abad 20 penguasa colonial membangun jalur transportasi berbasis trem.daya angkut mencapai ratusan orang dan gerbong tempat duduknya dibedakan.
• Sepeda kumbang, masyarakat menggunakan jenis kendaraan ini sebagai kendaraan pribadi.

RUMAH KHAS BETAWI
Pada masa sekarang ini rumah- rumah tradisional khas Betawi di Jakarta sudah mulai Langka. Namun, beberapa tempat seperti disekitar Marunda, condet ,maupun daerah-daerah pinggiran lain, rumah tradisional khas betawi masih dapat kita temukan. Ada 4 tipe rumah tradisional orang betawi yaitu tipe Gudang , tipe Kebaya dan Tipe Joglo.

1. Rumah tipe Gudan dan Bapang memiliki bentuk segi empat yang polos dan sangat sederhana.
2. Rumah tipe Kebaya memiliki beberapa bagian :
a) Langkan yaitu rumah berpagar rendah dan berfungsi sebagai serambi rumah dibuat dari kayu atau bamboo.
b) Ruang depan , biasanya terbuka setiap saat tanpa ada pintu yang menghalangi seseorang untuk masuk , yang melambangkan sifat orang betawi yang terbuka dan ramah.
c) Balai – balai dari bambu merupakan perlengkapan utama dan terdapat diruang depan , fungsinya untuk menemui tamu.
d) Atap atau wuwungan , jika dilihat dari depan akan tampak berbentuk segi tiga sama kaki dengan tambahan pet sebagai penahan hujan dan panas, sedangkan dari samping akan tampak berbentuk trapezium. Bagian atap wuwungan pada pertemuan sisi kaki segi tiga sama kaki dengan sisi kaki trapezium disebut Jurai. Jurai adalah genting yang dipasangkan atau dipaku pada ander sebagai penghubung.
e) Jendela bulat yang biasanya terdapat disamping kiri atau kanan ruang depan ada yang ditutup dengan daun jendela , seringkali ditutup dengan jendela jeruji, jendela bulat yang dikenal oleh orang betawi adalah sama sekali tidak menggunakan daun jendela ataupun jeruji yang disebut dengan melompang.
f) Lantai , rumah , baik lantai tarah maupun lantai rumah panggung biasanya jauh lebih tinggi dari halaman rumah , maksudnya untuk menghindari gangguan tamu-tamu tak diundang.

3. Rumah Tipe Joglo, beberapa bagian yang melengkapi adalah sebagai berikut :
a. Ruang depan , merupakan ruang terbuka dengan kayu jati terukir sebagai lengkanya dan berfungsi sebagai tempat menerima tamu.
b. Ruang tamu perempuan , ruang tamu khusus untuk tamu wanita.
c. Ruang tidur atau pengkeng.
d. Pendaring , berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan tempayan berisi beras dan balai-balai kecil untuk meletakkan barang.
e. Tapang , ruangan kecil dengan balai-balai yang berfungsi serba guna , dimana tersedia kendi dan peralatan minuman lainnya.
f. Dapur , terdapat tungku tradisional dengan tiga lubang biasanya dilengkapi dengan padasan , sumur beserta senggotnya.

Halaman rumah orang betawi pada umumnya ditanami dengan berbagai macam tumbuhan , beberapa jenis pohon yang biasa ditanam adalah, rambutan, nangka, kecapi, petai, jengkol, jambrang, duku,salak,tangkil, dsb. Diseputar rumah biasanya ditanami pula jenis tanaman perdu yang berfungsi sebagai “apotek hidup” antara lain jahe, kunyit, lengkuas, kencur, temu lawak, beluntas dsb.

Assignment PR AND PUBLICITY

ASSIGNMENT PUBLIC RELATIONS PAPER PREPARATION PRESS CONFERENCE AFTER CRISIS

• JUDUL
Krisis Pada Product Ajinomoto
• Definisi Krisis :
Krisis adalah situasi yang merupakan titik balik (turning point) yang dapat membuat sesuatu tambah baik atau tambah buruk. Jika dipandang dari kaca mata bisnis suatu krisis akan menimbulkan hal-hal seperti berikut:
a. Intensitas permasalahan akan bertambah.
b. Masalah akan dibawah sorotan publik baik melalui media masa, atau informasi dari mulut ke mulut.
c. Masalah akan menganggu kelancaran bisnis sehari-hari.
d. Masalah menganggu nama baik perusahaan.
e. Masalah dapat merusak sistim kerja dan menggoncangkan perusahaan secara keseluruhan.
f. Masalah yang dihadapi disamping membuat perusahaan menjadi panik, juga tidak jarang membuat masyarakat menjadi panik.
g. Masalah akan membuat pemerintah ikut melakukan intervensi.

• TUJUAN
adalah Untuk dapat mengetahui bagaimana cara kita agar dapat mengatasi suatu masalah krisis yang terjadi pada perusahaan kita sendiri.
• STRATEGY
Strategi yang sudah kita lakkukan dalam menghadapi krisis adalah
Upaya menghadapi krisis tidak jauh berbeda dengan upaya seseorang menghadapi suatu penyakit ganas, yaitu upaya preventiv dan upaya kuratif.



a. Upaya preventif.
Upaya yang paling baik dalam mengatasi terjadinya krisis adalah upaya yang sifatnya preventif. Pada upaya preventif beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
Menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada perusahaan.Bila masyarakat memiliki kepercayaan terhadap suatu perusahaan yang menghasilkan produk yang dikonsumsi oleh mereka, biasanya masyarakat tidak mudah termakan isu yang disebarkan oleh orang tertentu yang ingin merugikan perusahaan.

Bila terjadi kasus nyata suatu produk menimbulkan korban akibat sabotase dengan cara memasukkan racun atau barang berbahaya lainnya, adanya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan akan memudahkan manajemen krisis. Hal seperti ini pernah terjadi pada perusahaan Johnson & Johnson yang memproduksi obat pusing kepala merk ‘Tylenol’ di Amerika Serikat. Adanya kepercayaan publik bahwa tidak mungkin korban jatuh karena kelalaian pabrik dalam membuat obat telah menyelamatkan perusahaan Johnson & Johnson dari krisis yang berkepanjangan.

Pembentukan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dapat ditempuh dengan cara membina hubungan baik dengan media-massa. Dengan adanya hubungan baik ini media-massa akan memberikan informasi yang baik tentang perusahaan. Selain itu adanya hubungan baik dengan media-massa akan menolong bilamana suatu ketika terjadi krisis melanda perusahaan. Sorotan media-massa terhadap krisis yang terjadi tidak terlalu diwarnai oleh publikasi yang merugikan.

Kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dipengaruhi pula oleh bagaimana ‘√≠mage’ perusahaan dimata masyarakat. Bila masyarakat melihat bahwa banyak keuntungan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat, misalnya sumbangan untuk dana pemeliharaan kesehatan rakyat miskin, pembuatan rumah jompo, yatim piatu, beasiswa dan hal lain yang bersifat sosial, maka ‘image’ perusahaan dimata masyarakat akan baik. Selain itu membina hubungan dengan tokoh masyarakat, pimpinan informal (bukan bagian birokrasi pemerintahan) seperti pemuka agama, akan sangat membantu pembentukan image yang baik. Image baik ini sangat memperkuat daya perusahaan di dalam tahan menghadapi krisis. Masyarakat tidak mudah termakan isu yang merugikan perusahaan.
Image perusahaan yang baik dapat pula dibentuk dengan menciptakan ‘rule of conduct’ bagi setiap karyawan perusahaan yang selalu ramah dan mudah menolong dalam berhubungan dengan masyarakat. Tentu saja ‘rule of conduct’ yang baik ini akan besar kemungkinannya untuk dilakukan para karyawan bila perusahaan memberikan suasana kerja yang menyenangkan bagi para karyawan.

Selain itu upaya preventif dapat pula dilakukan dengan membina hubungan yang baik dengan aparat pemerintah. Aparat pemerintah memegang posisi sentral di dalam membantu mengatasi problem perusahaan. Larangan terhadap produk atau himbauan agar masyarakat tidak mudah termakan isu biasanya dilakukan oleh pemerintah. Khususnya bagi perusahaan di negara berkembang adalah sangat penting untuk membina hubungan yang baik ini, karena di negara berkembang peranan pemerintah dalam kegiatan kehidupan masyarakat sangat dominan. Hampir semua aspek kehidupan sangat dipengaruhi oleh pemerintah. Peranan aparat pemerintah di lini bawah, seperti ketua RT, RW, RK, lurah, camat dan bupati sangat besar artinya di dalam meredakan isu bila suatu ketika terjadi krisis yang melanda produk perusahaan. Namun seringkali bagian pemasaran produk (salesman) kurang memperhatikan arti penting pembinaan hubungan pribadi dengan para tokoh masyarakat ini.

Satu bagian penting dari benteng pertahanan di dalam menghadapi krisis adalah lini terbawah mata rantai pemasaran. Bila produk yang dijual adalah produk seperti rokok, roti, sabun, dan barang keperluan sehari-hari, mata rantai terbawah ini adalah pengecer seperti toko, warung dan dan pedagang asongan. Bila perusahaan dapat membina hubungan baik dengan lini bawah ini, maka sangat besar kemungkinan mereka akan ikut membantu mengurangi permasalahan akibat krisis. Sebagai contoh, termakannya masyarakat oleh isu rokok yang mengandung racun, akan dapat dinetralisir dengan cara sipenjual rokok mengisap rokok yang diduga beracun.

Cukup sering terjadi bagian pemasaran suatu perusahaan tidak mempunyai catatan yang lengkap dan rinci tentang kemana saja produk tersebut dijual. Sebaiknya catatan lengkap yang berupa nama dan alamat toko/warung yang menjual dicatat serinci mungkin. Tugas mencatat serinci mungkin di lakukan oleh agen (distributor) yang ditunjuk. Catatan yang rinci tentang pengecer barang ini akan sangat dibutuhkan bila ada krisis. Dalam kasus produk tercemar racun, penarikan barang dari pasaran akan dapat cepat dilakukan untuk menghindari bertambahnya korban.

Usaha preventif yang lain adalah menyiapkan ‘program manajemen krisis’. Dalam situasi normal perlu ada tim khusus yang dibentuk yang akan menangani krisis bila suatu ketika krisis terjadi. Anggota tim krisis ini diambil dari beberapa unsur, bidang produksi, pemasaran, public relation, dan bagian lain yang kiranya terkait. Beberapa perusahaan maju di USA bahkan memiliki ruang khusus yang dipersiapkan untuk Tim Manajemen Krisis. Di dalam ruangan ini dipersiapkan segala informasi tentang apa yang harus dilakukan bila suatu krisis terjadi, siapa orang/perusahaan/pejabat yang harus dihubungi lengkap dengan nomor tilpon, alamat, dan tempat yang paling mudah dihubungi. Tim yang seperti ini misalnya sudah dimiliki oleh perusahaan penerbangan didalam menghadapi krisis, baik itu berupa kecelakaan pesawat, pembajakan dll.

Di saat tidak ada krisis terjadi, Tim ini biasanya melakukan permainan simulasi menghadapi krisis. Permainan simulasi ini dibutuhkan untuk untuk melatih kecepatan bertindak bila krisis betul-betul terjadi. Permainan simulasi ini sering dilakukan oleh angkatan bersenjata di beberapa negara. Di masa damai mereka bermain latihan perang-perangan unrtuk melatih kemampuan menghadapi perang yang sebenarnya. Di Amerika Serikat sering dilakukan latihan bahaya kebakaran di gedung bertingkat. Maksudnya adalah untuk membiasakan para penghuni bertingkat untuk menyelamatkan diri bila terjadi kebakaran yang sesungguhnya.

Permainan simulasi ini perlu dilakukan tidak hanya sekali. Hal ini dimaksudkan agar kesiapan dan kesadaran bahwa krisis sewaktu-waktu dapat terjadi selalu dalam pikiran pemegang keputusan di perusahaan.

b. Upaya Kuratif.
Pada saat krisis melanda perusahaan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan di dalam penanganan krisis. Hal pertama adalah mengidentifikasi krisis kemudian diikuti oleh mengisolasi krisis dan yang terakhir adalah menangani krisis.
Menangani krisis
Bila Tim manajemen krisis sudah dibentuk dan sudah berhasil mengidentifikasikan krisis, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis untuk menentukan tindakan apa yang harus diambil.
Untuk membuat keputusan yang tepat diperlukan informasi yang lengkap dan teknik pengambilan keputusan yang baik, serta sikap mental yang mendukung. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan yang memadai dalam hal teknik pengambilan keputusan. Pengalaman yang diperoleh melalui training ‘pengambilan keputusan’ akan sangat bermanfaat di dalam menghadapi krisis.
Begitu cepatnya perubahan terjadi di masa krisis, pengambilan keputusan pun berada dalam suasana yang mudah pula berubah. Di masa krisis memang keputusan yang dibuat harus fleksibel sehingga dapat mengakomodasi keadaan. Perlu diingat bahwa menangani krisis adalah menangani keputusan dengan cara yang baik.
Di masa krisis, sering terjadi perusahaan mendapat sorotan negatif dari media masa. Ketertutupan akan media masa akan membuat perusahaan semakin menjadi sorotan. Upaya menghindari media masa akan menimbulkan kesan bahwa perusahaan menyembunyikan sesuatu. Hal ini akan merugikan ‘image’ perusahaan di mata masyarakat. Oleh karena itu diperlukan adanya keterbukaan dan kejujuran tim krisis di dalam memberikan informasi tentang hal-hal yang terjadi .
Agar pemberian informasi kepada media masa menguntungkan pihak perusahaan, sangat dianjurkan untuk menunjuk seorang juru bicara yang bisa tenang menghadapi pertanyaan dari pihak wartawan. Selain itu apa-apa yang perlu dikomunikasikan perlu dibicarakan lebih dahulu agar tidak menimbulkan kerugian. Keterlibatan pakar komunikasi, psikolog, dan ahli di bidang ‘public relations’ sangat disarankan dalam penyusunan informasi yang akan disampaikan kepada media masa.
Crisis yang terjadi pada perusahaan kami adalah sebuah krisis pada saat terjadi penarikan produk dari tempat – tempat yang menyediakan produk kami. Namun, pada akhirnya kami meminta untuk menguji kembali apakah benar rumors yang beredar jika produk kami ajinomoto mengandung babi, namun, ternyata hasil laboratorium menyatakan negative itu hanya gosip semata. Dan pada akhirnya badan POM dan MUI memberikan verifikasi halal untuk produk kami dan dapat beredar kembali di masyarakat
• INVITED LIST
Media Elektronik dan Media cetak seperti :
a) RCTI
b) METRO TV.
c) TV ONE
d) TRANS TV
e) TRANS 7
f) SCTV
g) KORAN SEPUTAR INDONESIA
h) MEDIA INDONESIA
i) KOMPAS
j) JAKARTA POST








RUNDOWN
No Time Program Des PIC Propose Audio Standby

1 18.00 - 19.00 Cek & Recek all equiepment - All team All Team

2 19.00 - 19.05 Opening by Mc Mc Present program REJUVINATE Mc announce the aundiece mic Mc
the event&program
3 19.05 - 19.15 Produk Knowlegde PA announce produk REJUVINATE PA ask aundiece to join mic Artis,Mc, Crew
Knowledge the Produk advatage

4 19.15 - 19.20 Mc Present Guest star Mc Present & announcer REJUVINATE Artis prepare to show mic Artis,Mc, Crew
guest star

5 19.20 - 19.35 Gues star perform Guest star sing 2 song REJUVINATE artis show guest star Mc, Crew
equiepment

6 19.35 - 19.45 Mc present games Mc announce games & REJUVINATE Mc ask the audience to mic Mc, Crew,PA
Prize join the game

7 19.45 - 20.00 Mc Present the New Produk Mc, PA first present the REJUVINATE New Produk Present in Mic, Screen, Mc,Crew,
Produk front of the audience product

8 20.00 - 20.05 Mc Present band Guest star Mc Present & announcer REJUVINATE Artis prepare to show mic Artis,Mc, Crew
band gues star

9 20.05 - 20.30 Band Gues star perform Band sing 2 song REJUVINATE artis show band Equiep Artis,Mc, Crew


10 20.30 - 20.35 Mc Present the Doorprize Mc announce games & REJUVINATE Mc ask Doorprize goes to mic Mc, Crew, artis
Prize

11 20.35 - 20.55 Gues star perform Guest star sing 3 song REJUVINATE artis show guest star Mc, Crew
BUDGET

 Snack : Rp. 500.000
 Makan Siang : Rp. 3.000.000
 Goody bag /souvenir : Rp. 2.000.000
 Dokumentasi : Rp. 1.500.000
 P3k : Rp. 250.000
 Artis : Rp 25.000.000
 Mc : Rp. 5.000.0000
 Biaya tak terduga : Rp. 500.000 +
 TOTAL Rp. 377.500.000

Jumat, 02 April 2010

ANTROPOLOGY CULTURE FINAL EXAM

FINAL EXAM CULTURAL ANTHROPOLOGY

KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT

( STUDY KASUS PADA KEBUDAYAAN SUNDA MAJALENGKA )















PREPARED BY :

Name : ASTRID ANNISA PUTRI
Nim : 2007110533
Class : MC11-10B












SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI

THE LONDON SCHOOL OF PUBLIC RELATIONS-

JAKARTA


2009

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Indonesia disebut sebagai Negara kepulauan. Pulau – pulau di Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan banyaknya pulau – pulau di Indonesia, maka lahirlah berbagai kebudayaan yang berbeda pula. Kesatuan Indonesia harus kita jaga, karena jika Indonesia kehilangan salah satu pulau ataupun wilayah, maka kesatuan di NKRI akan menjadi tidak sempurna. Selain itu juga karena banyak hal –hal yang menarik yang dapat kita teliti dari suatu kebudayaan sunda itu sendiri. Seperti yang kita ketahui kebudayaan sunda adalah suatu kebudayaan dari jawa barat yang beraneka ragam. Walaupun sama-sama memiliki kebudayaan yang sama, namun masih banyak pula perbedaan-perbedaan dari kebudayaan sunda di setiap daerah jawa barat itu sendiri. Maka dan oleh sebab itu saya tertarik untuk meneliti kebudayaan sunda didaerah Majalengka , karena daerah majalengka sudah terbukti banyak hal-hal yang menarik yang dapat kita angkat sebagai makalah.namun, dari pemerintah daerah jawa barat sendiri sepertinya kurang memperhatikan padahal daerah majalengka sendiri tidak kalah memiliki budaya dan adat istiadat yang menarik.






1.1.1 Rumusan Masalah
Bagaimana penerapan unsur - unsur budaya sebagai kebudayaan universal pada Budayaan sunda Majalengka ?

1.2 Tujuan Penulisan Makalah
1.2.1 Untuk mengetahui dan menganalisis unsur bahasa
1.2.2 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem teknology dan Alat produksi
1.2.3 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem mata pencaharian
1.2.4 Untuk mengetahui dan menganalisis organisasi sosial
1.2.5 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem pengetahuan.
1.2.6 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem religi
1.2.7 Untuk mengetahui dan menganalisis kesenian di daerah terebut.












BAB II
KERANGKA TEORITIS
2.1 Definisi Kebudayaan :
2.1.1 Secara Etimologis
Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu ‘budayyah’ yang merupakan jamak dari kata budhi yang artinya akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau akal.

2.1.2 Secara Konseptual
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
4. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima oleh semua masyarakat.
5. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
2.1.3 Secara Operasional
Kebudayaan adalah seluruh hasil karya manusia yang melingkupi pengetahuan, kepercayaan, adat istiadat dan kemampuan lain yang dihasilkan manusia dengan belajar.

2.1.4 Tabel Variabel Instrumen
Variable teori Variabel Dimensi Indikator
Kebudayaan Karya



Adat istiadat



Belajar - Alat transportasi
- Alat tulis
- Mebel

- Norma
- Kebiasaan
- Aturan

- Prestasi
- Pengetahuan
- Pengalaman

2.2 Definisi Masyarakat
2.2.1 Secara Etimologis
Masyarakat secara etimologi berasal dari bahasa Arab dengan kata dasar syaraka (verb) atau syariek (noun) yang berarti teman. Dan dalam bahasa Inggris kata masyarakat itu sepadan dengan kata Society yang berasal dari kata Socius, artinya bergaul. Jadi, Masyarakat secara kebahasaan dapat diartikan sebagai kelompok orang yang berteman dan bergaul

2.2.2 Secara Konseptual
1. Menurut JL Gillin (sosiolog) dan JP Gilin (antropolog)
Masyarakat adalah sekelompok orang yang satu sama lain merasa terikat oleh kebiasaan tertentu, tradisi, perasaan, dan prilaku yang sama.
2. Menurut Koentjaraningrat
Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi sesuai dengan adat istiadat tertentu yang sifatnya berkesinambungan, dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
3. Menurut Selo Soemardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.
4. Menurut (Ralph Linton 1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.
5. Menurut Drs.Sidi Gazalba
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

2.2.3 Secara Operasional
Masyarakat adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi dan terikat oleh kebiasaan, identitas dan adat istiadat yang sama.

2.2.4 Tabel Variabel Instrumen
Variable teori Variabel Dimensi Indikator
Masyarakat Interaksi



Identitas



Adat istiadat - Pengirim pesan
- Medium
- Penerima pesan

- Ciri fisik
- Kewarganegaraan
- Kebudayaan

- Norma
- Kebiasaan
- Aturan












BAB III
METHODELOGY PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian Kuantitatif
Data dalam metode penelitian kuantitatif adalah data yang pasti.
Data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang sekedar yang terlihat , terucap, tetapi data yang mengandung makna dibalik yang terlihat dan terucap tersebut.

3.1.1 Metode penelitian Kualitatif
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah , ( sebagai lawannya adalah eksperimen ) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakkukan secara trianggulasi ( gabungan ), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan kan makna pada generalisasi.

3.1.2 Penelitian Study Kasus
Study kasus adalah suatu penelitian yang bersifat lebih mendalam dengan penekanan pada suatu kasus spesifik yang terjadi dalm satu rentang.

3.2 Metode Analisis Data
Data coding dan tabulating merupakan titik mulai pekerjaan analisis. Tujuan analisis adalah menyempitkan dan membatasi penemuan – penemuan hingga menjadi suatu data yang teratur serta tersusun dan lebih berarti. Proses analisis merupakan usaha untuk menentukan jawaban atas pertanyaan perihal rumusan-rumusan dan pelajaran – pelajaran atau hal-hal yang kita peroleh dalam proyek penelitian.



3.2.1 Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati, dicatat untuk pertama kalinya. Data tersebut menjadi data sekunder jika dipergunakan orang yang tidak berhubungan langsung dengan peneliti yang bersangkutan.
Untuk mengumpulkan data primer dapat digunakan :
• Metode survey
• Metode observasi
• Metode eksperimen

3.2.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti misalnya dari biro statistic, majalah keterangan-keterangan atau publikasi lainnya . jadi, data sekunder berasal dari tangan kedua, ketiga, dan seterusnya. Artinya melewati satu atau lebih pihak yang bukan peneliti sendiri. Karena itu perlu adanya pemeriksaan ketelitian.bukan berarti bahwa data sekunder kalh bermutu dibandingkan data primer , bahkan kalau mungkin data sekunder dicari lebih dulu, barang kali ada yang cocok dengan tujuan penelitian . dengan demikian akan lebih hemat biaya, waktu dan tenaga.










BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Unsur Bahasa
Unsur bahasa yang digunakan dalam daerah sunda di Kabupaten Majalengka ini adalah Bahasa Sunda yang halus. Namun, seiring mengikuti perkembangan zaman yang telah maju sekarang ini banyak warga masyarakat Majalengka sendiri menggunakan bahasa indonesia guna untuk dapat melakkukan komunikasi dengan orang diluar daerah majalengka itu sendiri.

4.2 Unsur Sistem Technology dan Alat Produksi
4.3 Unsur Sistem Mata Pencaharian
4.4 Unsur Organisasi sosial
4.5 Unsur Sistem Pengetahuan
4.6 Unsur Religi
Disini untuk unsur religi didaerah Majalengka itu sendiri mayoritas beragama muslim atau islam masyarakatnya.
4.7 Unsur Kesenian





KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, hanya karena rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Kebudayaan dan Masyarakat Study kasus pada kebudayaan sunda Majalengka “ .
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Cultural Antropology. Serta untuk menambah wawasan anda tentang Kebudayaan Masyarakat terutama kebudayaan sunda di Majalengka.
Dengan kerendahan hati saya menyadari bahwa banyak pihak yang telah membantu saya baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai yang direncanakan.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Tutik Dwi Winarno yang telah member tugas dan membimbing saya dalam mengerjakan makalah ini dapat saya selesaikan dengan baik.
Segala sesuatunya tidak ada yang sempurna, begitu juga pada penulisan makalah ini baik secara isi maupun penulisannya yang dikarenakan keterbatasan dari saya. Oleh sebab itu saya mengharapkan saran dan kritik dari anda agar makalah ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan pembaca pada umumnya.

Jakarta, Juli 2009


PENULIS

LAMPIRAN


GERBANG EMAS KABUPATEN MAJALENGKA




TUGU Dari Kabupaten Majalengka






RUMAH ADAT MAJALENGKA


Pernikahan Adat Majalengka


PENDOPO KABUPATEN MAJALENGKA

Proposal TOUR DE JAKARTA Project Post Production

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi
The London School of Public Relations – Jakarta

City & Guilds
Assignment 308

“TOUR DE JAKARTA”

Type of Program : Travelling – Entertainment
Duration : 30 minutes
Production Situation : Three Cameras

Name of Students :
Amanda Dwi A.U
Astrid Annisa Putri.
Bina Yuliawati
Cindy Pratiwi
Farina Y. Ratih
Siti Gegen M.
A. CONTENT

I. Background : The theme of the program is Jakarta. As we know, Jakarta is the capital city of Indonesia, but what people mostly know about Jakarta are only the crowded life, the traffic and criminals. In this program, we want people to see the uniqueness, the fun side of Jakarta’s tourism destinations. Each episode will show three tourism places in Jakarta and one event. Besides using private cars, we will also use public transportation, In this case, Trans Jakarta. Because Trans Jakarta now became the part of Jakarta that cannot be separated.

Objectives
a. To inform audience about Jakarta’s tourism places.
b. To entertain audience with our qualified and interesting program.
c. To inform audience about Jakarta’s recent event.

II. Title of the Program : Tour de Jakarta

We choose this name because it represents the content of the program, which is tourism. This name is also catchy and unique.


Logo :



III. Target Audience
a. Gender : male/female
b. Age : 22-30 years old
c. Social status : A , B and B2
d. Marital Status : Single
e. Occupations : Worker
f. Life style : Have an interest in tourism


IV. Messages
Audience will get informed about a unique and interesting tourism places in Jakarta. Not only the new one, but also we will show the old places. We will also inform the budget for the whole activities each place. So people will be informed about cost that needed.


V. Tone and Style
Tour de Jakarta will shot in informal way because tourism contains fun things. Tour the Jakarta will aired every Saturday morning, when people are relax to watching TV. We also choose to air this program in Saturday morning because a lot of people might not have plan yet for their weekend, so we want to give choices for their weekend-tourism activities.


VI. Structure
The program will contain three segments per episode. Each segment will show one place. We use one field host, one reporter for the event and one studio host. They all are female because female are more attractive, so we hope audience will pay more attention
VII. Story Outline

• Opening
OBB : 20”
Opening :10”
Introduce the program : 30”
Introduce the guest star : 10”
Lead : 10”
Durations : 1.20”

• Segment 1
Introduce the place – Monas : 30”
VT Monas : 4min
Bumper out : 5”
Comm Break : 2min
Durations : 6.35”

• Segment 2
Bumper In : 5”
VT old City : 5min
Chit chat with guest star: 1min
Teaser : 10”
Bumper Out : 5”
Comm Break : 2 min
Durations : 8.20”

• Segment 3
Bumper In : 5”
Intro to Sunda Kelapa Harbor : 20”
VT SKH : 5.30”
Chit Chat : 35”
Teaser 10”
Bumper Out 5”
Comm break : 2min
Durations : 8.45”

• Segment 4
Bumper In : 5”
Chit Chat 45”
Lead 10”
VT Whats on Jakarta : 2min”
Chit Chat : 1min
Closing : 30”
Credit title : 30”
Durations : 5min

Total Durations : 30min


VIII. Program Treatment
This program is about travelling in Jakarta. Each episode will show 3 different places. The hosts will wear casual dresses as the travelers use to wear. The target audiences are the singles, who love to travel. So we will show the program in fun, attractive, expressive and interesting way, just like young people love. To choose the place, we consider the uniqueness and the beautiful side of the place.





Concept of episode 1
Place 1 : Monas
Thamrin, Central Jakarta
Place 2 : Kota Tua (old city)
West Jakarta
Place 3 : Sunda Kelapa Harbor
Penjaringan sub-district, North Jakarta
Event : Car Free Day



IX. Program Rundown

Script Dialogue Camera Script Actions
OBB
Duration: 20”
OPENING
Durations : 10”
Studio Presenter:
“Good morning travel lovers!
Happy lovely Saturday for you all.
I’m Dila and you’re watching the newest and the most fun program about tourism, Tour de Jakarta!
Cam 1: middle shot @Adila

INTRODUCE THE PROGRAM
Duration: 30” This is the show where you can get information about the unique and wonderful place to go in Jakarta. Also the budget to spend while we explore it.
Well, be proud to be part of Jakarta, everyone! Because this city has so much places that waiting to be explored.
Cam 1 : MCU @Adila
INTRODUCE THE GUEST STAR
Duration: 10”
And in this episode, I’ll be accompanied by miss Annisa Fitri, one of Abang-None Jakarta finalists.
How are you today miss?
We’re going to discuss about how we can help promoting Jakarta to the world.
Can’t wait to hear it! Cam 2 : wide shot @ studio

LEAD
Duration: 10”
Ok, so what are you waiting for?
Are you ready to explore our capital city now?
Let’s check it out! Cam1 MCU @Adila


Segment 1
INTRODUCE MONAS – JAKARTA OLD CITY
Durations : 30”

We already choose Monas as the trademark of Jakarta. After that, we move on to Jakarta Tempo Doeloe, or known as Jakarta Old City as one of the place that have to be explored.
This place is great, feel like we still in the 19th century.

Curious how Monas and Jakarta Old City could be so interesting?
Let’s go there!
Cam 1 MCU @Adila

Video 1 – Monas
Duration: 4min
Bumper out
Duration: 5”
Commercial Break
Duration: 2min
Bumper in
Duration: 5”
Continue
Video 1- Jakarta Old City
Duration: 5min
Segment 2
Chit Chat
Duration: 1min

Studio Presenter:
“Still with me Dila, and my guest star, miss Fitri in Tour de Jakarta!
Ok miss, how do you think about Monas as our trademark?
……………………………

Yeah, that’s right/I agree with you!

“Then, what about the Old City? Do you agree that Old City is one of historical sides of Jakarta, and deserve to have special treatment from government?
……………………………

Ya, we have to keep maintaining our historical area that still last until now. We should proud to have it.
Cam 2 wide shot @studio



Cam 3 MCU @guest
Cam 2 MCU @Studio

Cam 1 MCU @Adila


Cam 3 MCU @guest

Cam 1 MCU @Adila
TEASER
Duration: 10”
Next on, get ready to find out what’s in Sunda Kelapa Harbour. Stay in Tour de Jakarta.” Cam 2 Wide shot @studio

Bumper Out
Duration: 5”
Commercial Break
Duration: 2min
Bumper in
Duration: 5”
Segment 3
INTRODUCE SUNDA KELAPA
Duration: 20”
Studio Presenter:
“Back with me Dila, and my guest star,miss Fitri, in Tour de Jakarta!
Well, after touring Monas and The Old City, where will we go? Hmm, how about somewhere far away from the heart of Jakarta? Somewhere in north of Jakarta?
Yes … let’s explore Sunda Kelapa Harbor!” Cam 2 Wide shot @studio

Cam 1 MCU @Adila

Video 2 – Sunda Kelapa Harbor
Duration: 5min 30”
Chit Chat
Duration: 35” “So, what do you think about Sunda Kelapa Harbor? Is it decent to be promote?
How we promote that places to travelers?
…………………… CAM 2 Wide shot @studio


Cam 3 MCU @guest
TEASER
Duration: 10” “Well, after this I’ll show you special event in Jakarta. So, don’t go anywhere! Stay in Tour de Jakarta!” Cam 2 Wide shot @studio

Bumper Out
Duration: 5”
Commercial Break
Duration: 2min
Bumper in
Duration: 5”

Segment 4
Chit Chat
Duration: 45”
Studio Presenter :
“Still with me Dila, and my guest star, miss Fitri in Tour de Jakarta!
Well, have you ever came to an event in Jakarta, miss?
What kind of event do you like to go? Then, why?
Do you think events in Jakarta could influence to promote Jakarta? Could you tell me about it!
……………………
CAM 2 Wide shot @studio






Cam 3 MCU @guest
LEAD
Duration: 10”
Ok, talking about event, I have special event for you in Whats on Jakarta.
Check it out! Cam 1 MCU @Adila

Video – Whats on Jakarta
Duration: 2min

Chit Chat
Duration: 1min So, we already saw 3 tourism places in Jakarta, such a nice place, right miss Annisa??
So, what actions do you suggest to our audience, to help promote Jakarta’s tourism places?
……………………

Nice answer. Well miss, thank you for coming and sharing here with us. Success for your career.
See guys, Jakarta has a lot of nice and fun places, you have to come and experience it your self. CAM 2 Wide shot @studio



Cam 3 MCU @guest
Cam 2 Wide shot @studio

Cam 1 MCU @Adila
Closing
Duration: 30” Well, we’ve been half an hour accompanied you guys, and it’s time for me to say goodbye.
Remember, keep loving and caring our Jakarta.
I’m Dila and all crew of Tour de Jakarta wishing you a happy weekend, we’ll see you next week in same time and channel. Bye all…”
Cam 2 wide shot @studio
Credit Title
Duration: 30”



B. Attachment
I. Research Files
MONAS
The National Monument (Indonesian: MonumenNasional (Monas)) is a 422 ft (128.7 m) tower in Central Jakarta, symbolizing the fight for Indonesia's independence. Construction began in 1961 under the direction of President Sukarno and the monument was opened to the public in 1975. It is topped by a flame covered with gold foil.

After the Indonesian government returned to Jakarta from Yogyakarta in 1950 following the Dutch recognition of Indonesian independence, President Sukarno began to contemplate the construction of a national monument comparable to the Eiffel Tower on the square in front of the presidential palace. On 17 August 1954, a National Monument Committee was established and a design competition was held in 1955. This attracted 51 entries, but only one design, by FrederichSilaban, met any of the criteria determined by the committee, which included reflecting the character of Indonesia in a building capable of lasting for centuries. A repeat competition was held in 1960, but once again, none of the 136 entries met the criteria. The chairman of the jury team then asked Silaban to show his design to Sukarno. However, Sukarno did not like the design as he wanted the monument to be in the form of a linga and yoni. Silaban was asked to design such a monument, but his design was so for a monument so large that it would have been unaffordable given the economic conditions at the time. Silaban refused to design a smaller monument, suggesting that construction be delayed until the Indonesian economy improved. Sukarno then asked the architect R.M. Soedarsono to continue with the design. Soedarsono incorporated the numbers 17, 8 and 45, representing the 17 August 1945 Proclamation of Indonesian Independence, in the dimensions of the monu

Jakarta Old city
History
Kota Tua, Jakarta, was the pioneer of the current Jakarta City. It was started from a small port at the mouth of Ciliwung River in about centuries ago. The port city was then developed became a busy international trading center. Journals from European journalists in the 16th century said that there’s a city, named Kalapa (Kelapa in Sundanese called kalapa, means coconut), seemed as the main port for a Hindu Kingdom named Sunda, with a capital of Pajajaran, located near to the current location of Bogor. Portuguese was the first fleet from Europe that came to the Kalapa Port.
Kalapa, the port city was then attacked by Demak Kingdom, a kingdom in Kalapa neighborhood, under the leadership of Fatahillah. Kalapa Port was successfully conquered on 22nd June 1527 and since then the name was changed from Sunda Kalapa to Jayakarta, which means city of glory or victory. The date of 22nd June 1527 was then celebrated as the birthday of Jakarta City.
The Dutch came and taken away Jayakarta in the end of 16th century under the leadership of Jan Pieterszoon Coen. The Dutch changed the name of Jayakarta became Batavia and constructed buildings with the architecture style as they had in their country. In the Japanese colonization time from 1942 to 1945, the name of Batavia was changed to Jakarta (Jayakarta).
Other Interesting Places Near to Kota Tua - Jakarta
Glodok area which is the China Town of Jakarta is about 1-2 km away from Kota Tua. Jaya Ancol Dreamland Park which has several amusement arenas such as Dunia Fantasy, SeaWorld Indonesia and Gelanggang Samudera is located at about 3 to 5 km away from Kota Tua.
Tips
 If you’re a lover of historical tourism and is or interested in visiting Jakarta then Kota Tua is one of the object you must visit in Jakarta.
 If you plan to visit other tourism objects at Kota Tua area by walk, it’s recommended to start your visit there since morning to avoid the stinging heat of the sun. You may need to wear a cover for your head like hat or umbrella and wear comfortable footwear. Besides by walk, you can also try to ride bicycle ojek to go along Kota Tua.
 When you visit Kota Tua Jakarta in the morning, you may better go around the Kota Tua area first then continue by visiting the museums in the area at noon time.
 You can visit Kota Tua Jakarta by riding personal vehicle or taxi. You can also alternatively ride TransJakarta Busway from the first corridor, which routed from Blok M to Kota. If you ride the TransJakarta Busway, you can get off at Kota Station which is where busway from the first corridor ended. Kota Station is part of Kota Tua area.


Sunda Kelapa
SundaKelapa is the old port of Jakarta located on the estuarine of Ciliwung River. "SundaKalapa" (Sundanese: "Coconut of Sunda") is the original name, and it was the main port of Sunda Kingdom of Pajajaran. The port is situated in Penjaringan sub-district, of North Jakarta, Indonesia. Today the old port only accommodate pinisi, a traditional two masted wooden sailing ship serving inter-island freight service in the archipelago. Although it is now only a minor port, Jakarta had its origins in SundaKelapa and it played a significant role in the city's development.

Trans Jakarta
Transjakarta Public Service Board was formed in 2003 through the Provincial Governor's Decree No. 110/2003 DKI Jakarta on the Formation of Management Board (BP TransJakarta. In the year 2006 Governor Regulation No. 48 Year 2006 BP Transjakarta - Busway was changed to Public Service Agency Transjakarta - Busway is shading under Department of Transportation, Province of DKI Jakarta.

TransJakarta designed as an independent system in operation, to be able to run continuously, which also means that basically TransJakarta system will be able to operate without subsidies (Self-Sustaining). With efficient management, System revenue passenger tickets TransJakarta of Transjakarta service users Busway will be able to compensate all parties involved in the implementation of Transjakarta Busway System.
Vision
Busway as public transport is capable of providing public services a fast, safe, comfortable, humane, efficient, cultured and internationally.
Mission
• Conduct public transport system reform - busway and cultural use of public transport;
• Providing services more reliable, high quality, equitable and sustainable in DKI Jakarta;
• Provide medium-term solutions and long-term problems in the public transport sector;
• Applying the approach and socialization mechanisms to stakeholders, and integrated transportation system;
• Accelerating the implementation of the Jakarta busway network according to aspects of practicality, the ability of communities to accept the system, and ease of implementation;
• Developing a sustainable institutional structure;
• Develop public service agencies with financial management based on good corporate governance, accountability and transparency


II. Studio Plan







III. Production Script
Cam 1: middle shot at Adila
Adila : “Good morning travel lovers! Happy lovely Saturday for you all. I’m Dila and you’re watching the newest and the most fun program about tourism, Tour de Jakarta!

Cam 1 : MCU at Adila
Adila : This is the show where you can get information about the unique and wonderful place to go in Jakarta. Also the budget to spend while we explore it. Well, be proud to be part of Jakarta, everyone! Because this city has so much places that waiting to be explored.

Cam 2 : wide shot at studio
Adila : And in this episode, I’ll be accompanied by Annisa Fitri, one of Abang-None finalist. How are you today? We’re going to discuss about how we can help promoting Jakarta to the world.
Can’t wait to hear it!

Cam 1 MCU at Adila
Adila : Ok, so what are you waiting for?
Are you ready to explore our capital city now?
Let’s check it out!
We already choose Monas as the trademark of Jakarta. After that, we move on to Jakarta Tempo Doeloe, or known as Jakarta Old City as one of the place that have to be explored.
This place is great, feel like we still in the 19th century.
Curious how Monas and Jakarta Old City could be so interesting?
Let’s go there!

Cam 2 wide shot at studio
Adila : Still with me Dila, and my guest star, miss Annisa Fitri in Tour de Jakarta!
Ok miss,how do you think about Monas as our trademark?

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : ...

Cam 2 MCU at Studio
Adila : Yeah, that’s right/I agree with you!

Cam 1 MCU at Adila
Adila : Then, what about the Old City? Do you agree that Old City is one of historical sides of Jakarta, and deserve to have special treatment from government?

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : …

Cam 1 MCU at Adila
Adila : Ya, we have to keep maintaining our historical area that still last until now. We should proud to have it.

Cam 2 Wide shot at studio
Adila :Next on, get ready to find out what’s in Sunda Kelapa Harbour. Stay in Tour de Jakarta.

Cam 2 Wide shot at studio
Adila : Back with me Dila, and my guest star, Fitri in Tour de Jakarta!

Cam 1 MCU at Adila
Adila :Well, after touring Monas and The Old City, where will we go? Hmm, how about somewhere far away from the heart of Jakarta? Somewhere in north of Jakarta?
Yes … let’s explore Sunda Kelapa Harbor!

CAM 2 Wide shot at studio
Adila : So, what do you think about Sunda Kelapa Harbor? Is it decent to be promoted?
How we promote that places to travelers?

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : …

Cam 2 Wide shot at studio
Adila : Well, after this I’ll show you special event in Jakarta. So, don’t go anywhere! Stay in Tour de Jakarta!

CAM 2 Wide shot at studio
Adila : Still with me Dila, and my guest star, miss Fitri in Tour de Jakarta!
Well, have you ever came to an event in Jakarta, miss Fitri?
What kind of event do you like to go? Then, why?
Do you think events in Jakarta could influence to promote Jakarta? Could you tell me about it!

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : …

Cam 1 MCU at Adila
Adila :Ok, talking about event, I have special event for you in Whats on Jakarta.
Check it out!

CAM 2 Wide shot at studio
Adila : So, we already saw 3 tourism places in Jakarta, such a nice place, right miss Annisa??
So, what actions do you suggest to our audience, to help promote Jakarta’s tourism places?

Cam 3 MCU at Annisa
Annisa : ...

Cam 2 Wide shot at studio
Adila : Nice answer. Well miss, thank you for coming and sharing here with us. Success for your career.

Cam 1 MCU at Adila
Adila : See guys, Jakarta has a lot of nice and fun places, you have to come and experience it your self.

Cam 2 wide shot at studio
Adila : Well, we’ve been half an hour accompanied you guys, and it’s time for me to say goodbye.
Remember, keep loving and caring our Jakarta.
I’m Dila and all crew of Tour de Jakarta wishing you a happy weekend, we’ll see you next week in same time and channel. Bye all…




IV. Production Schedule
Activity Oct Nov Dec Jan Feb PIC
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Creating proposal Producer
Creating script Script writer
Shooting for VT 1 Director
Shooting for VT 2 Director
Shooting for VT 3 Director
Pre production editing Editor
Rehearsal Director
Studio Taping Director
Post production editing Editor




V. Risk Assessment
Potential Problems and the Contingency Plan
1. Some places might be not allowing us to do shooting there, due to that, we have to prepare a preface letter from campus.
2. We might have problems with the crew presence. So we have to manage the time table well. Also, for some crew, they must have ability to do other crew’s job desk.
3. When we doing shooting, the weather might not support. If it is raining, we could do indoor shooting first.
4. There might be a mistake from host and crew when doing a studio taping, to avoid that, we should have rehearsal first.

VI. Edit Decision List
We fully give trust to our editor’s creativity when she edits the VT. For the video transition, we mostly use dip to black, but we also use other transition and effect to make the VT more exciting.

VII. Call Sheet
All crew must come to studio at least two hours before the exact schedule and the producer will do a briefing, it will avoid mistakes when we do the studio taping. We also can do rehearsal before the exam started.
Equipment Requirements :
- 3 studio cameras, two handycam for outdoor shooting and tripod.
- DVD player/handycam to play VT
- Switcher machine and audio mixer
- Sofa and table
- Backdrop
- Studio lights




Job Desk
 Producer : Farina Y. Ratih
 Director : Cindy Pratiwi
 Editor : Siti Gegen M.
 Script Writer : Amanda Dwi A.U , Bina Yuliawati
 Cameraman : Field – Cindy Pratiwi, Farina Y.Ratih
Live – Farina Y. Ratih, Astrid Annisa P, Siti Gegen M.
 Switcher : Amanda Dwi A.U
 VT person : Bina Yuliawati
 Host : Field – Astrid Annisa P.
 Guest Star : Annisa Fitri ( finalist abang none Jakarta/ mr & ms Jakarta)
Live – Adilla (guest host)


VIII. Production Log
Set up equipments : 14.00
Briefing : 14.30
Rehearsal : 14.45
Taping : 15.30




IX. Individual Reports
Astrid Annisa Putri.
As a field host, my responsibility is guiding audience travelling around Jakarta (in VT), for the first episode, I have to guide audience in Monas, Kota Tua and Sunda Kelapa Harbor. My problems when I was becoming a host are the script. Since the script is in English. It took time for me to memorize it. Beside that, the hot weather sometimes makes me exhausted.
My second job desk is becoming a camera person in studio. This is my first time becoming a camera person, so I have to take a few practices before the examination begin. But I’m really enjoy to doing this..
I love presenter..

best friendship of me




klo bolehhh sedikit curhat..
gw ngerasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti MnM'S..
persahabatan yang terbentuk mulai 17 Juni 2009 laluuu pada saat final media entertainment inii..yang terdiri dari :

- amanda Dwi Ayu utari
- astrid A Putri
- Cindy Pratiwi
- Desy DJ
- Bina Yuliawati
- Farina Yusni ratih
- Siti Gegen

dimana kita semua memiliki karakteristik yang berbeda-beda satu sama lainn..
ada yg Jutek, Kalem,Bijak,bawel semuanya dechhh...tp menyenangkan bisa bersama mereka.
kita selalu rajin mengerjakan tugas,belajar bareng smp pada akhirnya nilai kita punn ngga jauh beda..walau GPA gw tetep kalah dr mereka..
ngga bisa ngmong apa" lagi,gw bersyukur bgd bisa bertemu dg MnM'S yang the best bgd dan memberikan sesuatu yg positif dampaknya..
gw juga berharap next persahabatan kita akan tetap terjaga kaya ginii..


selain MnM'S
aku juga punya abang angkatku yg bernama Winas AChmad dan Robinson Sidabutar..
aku mengenal mereka di transjakarta Busway, mereka adalah orang2 yang berpengaruh di dalam kehidupanku..
mereka banyak mengajarkan aku banyak hal tentang kehidupan..
dan aku sangat senang bisa memiliki mereka..
dimana karena aku ngga mempunyai kk cowo,,
jadinya feels lucky bisa dekat dg mereka yg memiliki good knowledge, attitude and pay attention bgd..



yang 1 ini adalah bener-bener soulmateku bgd..
aku berteman sejak SMP tahun 2000 smp sekarang berarti udah 10 tahun kita bersahabat..dia adalah ALUH CLARASASTI..
dia adalah sahabat yg udah aku anggap seperti sodaraku sendiri.
selama 10 tahun berteman ngga pernah berantem ..
kita saling pengertian 1 sm lain dan berusaha menjaga itu smp kita meninggal nantiii..

thx GOD aku senang bisa bertemu dg sahabat" yang baik hati kaya mereka..
thx alot all..
love you all much..

Kamis, 01 April 2010

investigative reporting

INVESTIGATIVE REPORTING TO KNLH bisa dicap Hanya Gertak Sambal Doang.
Lha,3 Perusahaan Hitam Kenapa Belum Digugat.
Kementrian Negara Lingkungan Hidup ( KNLH ) bisa dicap gertak sambal doing mau menggugat tiga perusahaan yang masuk kategori hitam terhadap lingkungan. Soalnya sampai saat ini belum terlihat langkah-langkah yang serius mau menggugat. Misalnya saja, belum ditunjuk penasihat hukumnya, apakah menggunakan pengacara Negara atau swasta. Begitu juga belum menetapkan kapan mau mendaftarkan gugatan ke pengadilan.
Yang lebih anehnya lagi,KNLH belum menetapkan nama tiga perusahaan yang mau digugat itu. Hanya saja membeberkan 43 perusahaan yang diduga masuk kategori hitam. Melihat hal itu bisa menimbulkan spekulasi. Jangan-jangan KNLH hanya sekedar menakut-nakuti saja mau melakkukan gugatan. Tujuannya bisa saja agar perusahaan-perusahaan tersebut pada datang. Setelah itu tidak ada gugatan.
Supaya tidak ada persepsi seperti itu, seharusnya KNLH segera menyelesaikan draf gugatan kepada ketiga perusahaan hitam itu. Lalu,secepatnya didaftarkan dipengadilan. Kemudian dilakkukan gugatan terhadap 40 perusahaan lainnya yang masuk kategori hitam itu. Dengan cara itu tidak terkesan tebang pilih. Kalau itu tidak dilakkukan tentu wajar dipertanyakan apakah benar 40 perusahaan itu sudah kooperatif terhadap lingkungannya.
Seperti diketahui KNLH menyiapkan berkas gugatan terhadap tiga perusahaan yang dinilai merusak lingkungan. Ketiga perusahaan itu merupakan bagian dari 43 perusahaan berperingkat hitam dalam program penilaian perusahaan tahun 2006-2007 yang diumumkan 13 Juli 2008. Berdasarkan penilaian tiga tercatat dua kali berturut-turut berperingkat hitam. “Ketiganya tidak juga memperbaiki kekurangan, sekalipun sudah kami beri tiga kali kesempatan”,kata deputi V Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Penataan Lingkungan Ilyas Asaad. Namun, saying tidak disebutkan perusahaan mana yang mau digugat itu. Ini tentunya membuat rakyat merasa khawatir kalau upaya gugatan itu hanya bagian kongkalikong.
Dikatakan kalau memang pelanggaran hukum sangatlah berat , seharusnya bukan hanya tiga perusahaan saja yang digugat tapi 43 perusahaan sebab semuanya sudah termaksud kategori hitam. Menurutnya perusahaan yang mencemarkan lingkungan dan merusak kesehatan warga sekitarnya pantas dihukum berat. Sebab ini sudah menyalahi aturan. Pemerintah seharusnya bisa belajar dari kasus pencemaran di Teluk Buyat Sulawesi Utara akibat pembuangan limbah tailing dari PT.NMR.”Makanya semua pelaku perusak lingkungan dan kesehatan masyarakat harus proses hukum secara adil tanpa ada pandang bulu.
Sementara Chalid Muhammad menilai kinerja KNLH masih belum maksimal. Hal itu didasarkan pada tindakan KNLH yang hanya merencanakan mengajukan gugatan terhadap tiga perusahaan hitam saja, sementara banyak perusahaan besar dan telah terbukti melakkukan kejahatan lingkungan belum pernah diusik. Aktifis hukum itu juga menyarankan KNLH bisa menggunakan jasa pengacara Negara ( JPN ),dalam menggunakan pencemar lingkungan itu. Manfaatnya Negara tidak usah membuang uang secara mubazir untuk membayar pengacara swasta. “kita tahu masih banyak perusahaan besar yang merupakan perusahaan hitam”tapi kok tidak diseret ke pengadilan”,ujarnya.
Bekas Direktur Eksekutif WALHI itu mendorong agar kementerian LH tidak saja menyeret tiga perusahaan hitam ke pengadilan tetapi semua perusahaan yang terbukti melakkukan kejahatan lingkungan harus digugat secara pidana. Selama ini KNLH sangat sungkan menyeret perusahaan-perusahaan besar yang juga perusahaan besar yang juga perusahaan hitamitu ke meja hijau. Seharusnya perusahaan-perusahaan itu dipidanakan. Mereka harus dijerat dengan pidana lingkungan.
JAMDATUN Edwin Situmorang menegaskan siap membantu KNLH dalam menggunakan secara perdata perusahaan pencemaran lingkungan hidup.”sampai saat ini belum ada permintaan. Tapi kalau diminta mendampingi, kami siap membantu apalagi itu lembaga Negara. Kementerian Negara Lingkungan Hidup ( KNLH )setiap tahunnya selalu melakkukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Namun,tindak lanjut dari evaluasi itu sering kali kandas di tengah jalan. Tapi mulai periode ini akan diterapkan sanksi yang tegas bagi perusahaan-perusahaan yang tidak mengikuti aturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam mengelola usaha dan lingkungan hidup.
Kali ini harus ditentukan kepada perusahaan-perusahaan hitam dan perusahaan-perusahaan nakal. Menurut ilyas, pihaknya menemukan 43 perusahaan yang masuk kategori hitam. Tapi,sebagai tahap awal telah mempersiapkan gugatan atas tiga perusahaan hitam yang akan diseret ke pengadilan. Ketiga perusahaan tersebut memang telah memiliki kesalahan maupun pelanggaran yang sangat parah dan berat bila dibandingkan dengan perusahaan hitam yang lain. Perusahaan ini sudah tidak dapat di tolerir.
Saat ditanya kapan gugatan itu disampaikan ke pengadilan. Ilyas belum bisa memastikannya. Begitu juga tidak mau menyebutkan tiga perusahaan yang mau digugat. Kita sedang mempersiapkan gugatannya. Tim kita sudah bekerja. Namun, saya belum bisa menyebutkan nama-nama perusahaan hitam itu.paling lambat dalam satu hingga dua bulan ini gugatan itu sudah masuk ke pengadilan. Disinggung apakah ada dari BUMN yang digugat, bekas Kepala Pusat Pengawasan Regional Sulawesi-Maluku dan Papua KNLH itu mengatakan bisa saja BUMN yang nakal ikut digugat. Sanksi itu berupa teguran dan peringatan, kemudian lebih tinggi lagi ada paksaan dari pemerintah bahkan hingga pencabutan izin usaha. Sanksi yang lebih berat lagi bisa berupa sanksi perdata dan sanksi pidana. Namun sanksi pidana. Namun sanksi pidana merupakan sanksi terakhir yang diterapkan, kecuali jika pelanggaran dan kesalahan yang telah dilakkukan perusahaan itu sudah berdampak besar dan sangat buruk bagi masyarakat ,lingkungan dan kehidupan.
NAME : ASTRID ANNISA PUTRI
CLASS : MC11-10B
NIM : 2007110533

communication Theory assignment

BAB I
Proses Kudeta Gerakan G 30 September
A. Kekuatan Pancasila Kontra G 30 S PKI
Pada tanggal 30 september 1965, di tanah air kita terjadi peristiwa yang di dahului dengan penculikan dan pembunuhan terhadap enam perwira tinggi TNI –AD diculik dan kemudian di bunuh dalam suasana “Pesta Pora Harum Bunga” di Lubang Buaya, di daerah komplek pangkalan Halim Perdana Kusuma. Penculikan dilaksanakan oleh kelompok-kelompok militer yang berinitikan kesatuan-kesatuan batalyon 454 divisi diponegoro dan battalion 1 resimen cakrabirawa, pasukan Gerak Cepat AURI dan Brigade Infanteri I Jakarta Raya, yang semuanya bergabung dalam satu menit yang menggunakan nama samara pasukan Pasopati dengan komandan letnan Satu Abdul Arif. Menteri coordinator jendral A.H nasution Bidang Pertahanan Keamanan KASAB, berhasil lolos dan lari menyembunyikan diri dengan mendapatkan luka ringan, sedangkan putrinya , ade Irma suryani tertembak parah dan akhirnya meninggal di rumah sakit ( Nugroho Notosusanto Dan Marwati Djoened Poesponegoro, 1984:390)
Pada siangnya 14.00 RRI menyiarkan “Dekrit No.1 yang di tanda tangani oleh komandan gerakan 30 september Letn.Kolonel Umtung dan oleh para wakilnya yaitu brigadier Jend.Supardjo, letkol Udara Heru. Beberapa pokok isi dekrit No.1 G 30 S PKI ialah :
1. Telah dilakkukan pembersihan di Jakarta oleh Gerakan 30 september terhadap dewan jenderal yang merencanakan akan melakkukan kudeta menjelang tanggal 5 oktober, dan beberapa jenderal telah di tangkap oleh gerakan 30 september serta kekuasaan sepenuhnya berada di tangan gerakan.
2. G 30 September semata-mata adalah gerakan dalam tubuh Anegara republik angkatan Darat.
3. Oleh pimpinan G 30 September segera akan dibentuk suatu dewan Revolusi Indonesia yang merupakan sumber dari segala kekuasaan di dalam Negara republic Indonesia.
4. Tindakan pengamanan terror,sabotase, dijalankan secara sistematis untuk sekedar mengisi psywar sebagai kenyataan.
5. Usaha agar pemerintah dan rakyat yakin bahwa partai kita masih tetap berdiri dan kuat, karena itu seksi agitrop tiap-tiap CBD harus diperkuat dan dikerahkan.
6. Khususnya di Jakarta, baik DD maupun Sastro ceweng harus tetap dapat merasakan bahwa kita adalah factor bahaya besar dan tidak begitu saja dapat ditiadakan.
7. Perlu dijamin, hubungan segitiga, sastro,dan ceweng yang paling aman adalah melalui perwakilan Negara tetangga.
B. INTERPRETASI ATAS KUDETA GERAKAN 30 SEPTEMBER

Menurut roger Paget bahwa sekitar masa tanggal 30 september -1 oktober 1965, tidak ada suatu kudeta maupun percobaan kudeta,melainkan persoalan intern angkatan darat. pendapat ini benar, tetapi baru separu benar, menurut Bruce Grant, tindakan letkol untung yang membentuk suatu dewan revolusi dan menurunkan serta menaikkan pangkat adalah seperti model tindakan kudeta yang dilakkukan oleh colonel Gamal Andul Nasser dari mesir dan kapten Kong Le dari Laos. Menurut yahya A. muhaimin bahwa,walalupun gerakan 30 September secara tidak resmi menggunakan organ PKI, Dan PKI juga tidak resmi melibatkan langsung dalam percobaan kudeta, tetapi jelas PKI telah memainkan peranan besar didalam dramav 30 September. Berlainan dengan pembrontakan PKI di Madiun 1948, maka dalam peristiwa ini tempramen aksi PKI yang demikian tinggi masih belum memberanikan diri untuk secara terbuka merebut kekuasaan politi dan pemerintahan, serta membinasakan musuh utamanya, yaitu angkatan darat. Tidak mengherankan, bila PKI melaksanakan secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan Letkol.Untung sebagai pemegang komando gerkan 30 September. Pendapat ini dibenarkan oleh, Nugroho Noto Susanto dan Ismail Saleh, gerakan 30 september bukanlah semata-mata militer, tapi lebih banyak bersifat politis.
Batas lingkup “Gerakan “ tersebut ternyata lebih dari angkatan darat, melainkan skalanya sudah bersifat nasional. Kenyataan bahwa PKI adalah dalang dari gerakan 30 September terbukti dari fakta-fakta bahwa Sjam dan Pono duduk dalam sentral komando.menurut pengumuman pertama dari gerakan 30 September, dewan jendral sedang merencanakan Kudeta terhadap presiden soekarno.akan dilakkukan sekitar tanggal 5 oct 1965.untuk maksud ini pasukan-pasukan elite dari Jawa barat,Tengah dan Timur telah dibawa ke Jakarta, pura-pura ikut serta dalam parede hari angkatan bersenjata. Dalam pengadilan Mahmillub,Menurut Nugroho Notosusanto dan ismail saleh ,kebanyakan pelaku Gerakan G 30 september membenarkan diri dengan alasan bahwa Dewan Jenderal benar-benar ada dan sedang merencanakan suatu kudeta. Akan tetapi sangat sedikit bukti yang diketemukan dapat mendukung tuduhan itu. Mereka rupanya mendasarkan dari intuisi politis bukanya pada fakta-fakta yang nyata.
Desas-sesus adanya jendral telah berkembang sejak awal 1965 dan dalam suatu pertemuan para panglima ke IV Angkatan Bersenjata tanggal 26 Mei 1965, presiden soekarno menanyakan hal ini kepada let.jend Ahmad Yani,benar bahwa beberapa jenderal telah mengadakan pertemuan untuk melakkukan evaluasi terhadap kebijaksanaan Presiden Soekarno.Menurut Njono memang tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pendirian badan resmi seperi itu, tetapi amat mungkin bahwa para jenderal yang meminati politik sering bertemu secara tidak resmi untuk mendiskusikan perkembangan-perkembangan terakhir. Dengan adanya perbedaan di antara Yani dan Nasution, maka bisa jadi bahwa nasution tidak termaksud salah satu dari mereka, tetapi keenam jenderal yang terbunuh pada tanggal 1 oktober 1965.dan barang kali pula brigadir Jenderal Sukendro yang mungkin menjadi sasaran , jika saja dia tidak berada di Peking untuk menghadiri perayaan hari nasional RRC, dimana dia merupakan penasehat-penasehat inti letnan jenderal Ahmad Yani dan memang sering mengadakan pertemuan. Akan tetapi tidak ada bukti-bukti yang dapat menunjukkan bahwa, dewan jenderal memang melakkukan atau merencanakan suatu kudeta pada awal oktober.
Mengingat tidak ada bahan bukti tentang akan adanya suatu kudeta dari pihak Dewan Jenderal seperti yang dikatakan Soekarno,Soebandrio,dan D.N Aidit, dalam pernyataan-pernyataan mereka dimuka umum, maka masuk akal kiranya untuk mengandaikan bahwa untung dan pembantu-pembantunya tentu telah diberi banyak bahan bukti, dan telah dihasut sebelum mereka melancarkan gerakan yang luar biasa dan sangat berbahaya. Selain itu yang memperkuat bahwa PKI bagaimana pun, telah terlibat dalam petualangan Letkol.Untung cs. Itu adalah pernyataan yang diberikan orang-orang komunis sesudah oktober 1965, yakni Sudisman, yang ditahan oleh tentara seorang anggota Polit Biro yang ketika itu menjadi buron, menulis kritik atas kebijaksanaan PKI yang berjudul “Membangun PKI menurut ajaran Marxis-Leninisme”. Di dalam dokumen itu, yang kemudian disiarkan oleh Indonesia tribun, 2 Januari 1967, di Tirana Albania,Sudisman mengakui bahwa PKI telah melakkukan petualangan dengan melibatkan diri dalam gerakan 30 september diperkuat oleh pendapat Ulf.Sudaosen, pengakuan-pengakuan serupa terdapat didalam laporan-laporan yang disusun oleh sebuah kelompok PKI Pro-soviet yang melarikan diri ke luar negeri.
Menurut keterangan sjam,yang diperkuat oleh keterangan Untung dan pemimpin PKI, seperti Sakirman,Sudisman,Jono,Dan Soejono Pradigdo:bahwa biro khusus itu memang ada dan telah dimanfaatkan dengan baik dalam bulan agustus dan September 1965, pada tanggal 4 agustus 1965, ketika DN.Aidit mengunjungi Cina, presiden soekarno jatuh pingsan di muka umum. Sekembalinya dari cina,DN.Aidit membawa tim dokter cina yang telah memeriksa presiden soekarno, yang kabarnya menerangkan kepada DN.Aidit bahwa soekarno sakit gawat. Ini merupakan kabar yang mengejutkan seandainya soekarno meninggal dunia atau tidak mampu lagi menunuaikan tugasnya,untuk selama-lamanya,maka angkatan darat sudah pasti menghantam PKI. Polit Biru dengan tergesah-gesah bersidang membicarakan tentang kesehatan presiden soekarno,dan bahaya yang bisa timbul dari keadaan itu bagi partai, serta ancaman yang akan datang dari dewan jenderal. Tampaknya tidak seorang pun dalam pertemuan tsb yang menyaksikan existensi dewan itu dan rencana untuk melancarkan kudeta.tetapi DN.Aidit masih dapat mengemukkakan bahwa, ada sekelompok perwira yang merasa berkewajiban untuk mencegah kudeta para jenderal itu,namun dia tak menyikap identities untung dan pembantu-pembantunya. Polit biro lalu memutuskan DN aidit harus terus memelihara hubungan dengan “ perwira-perwira progresif itu, serta melaporkan kepada presiden mengenai bahaya kudeta yang hendak dilancarkan para jenderal angkatan darat, dan meminta kepadanya untuk mengambil tindakan pencegahan serta member tahu partai tentang kudeta yang akan terjadi itu. DN.Aidit lalu memerintahkan sjam dan pono untuk meningkatkan kontak mereka dengan untung. Menurut kesaksian untung, kedua tokoh komunis itu secara teratur bertemu dengan dirinya (untung), latief, sujono dank apt.wahyudi guna membicarakan tindakan yang akan di ambil terhadap rencana kudeta para jenderal itu.




























BAB II
AWAL YANG MENENTUKAN
Dari gerakan Aksi Massa, hingga tumbangnya ORDE LAMA hingga lahirnya ORDE BARU
C. Aksi-aksi Massa Menumbangkan orde lama
Berita mengenai kejadian dilubang buaya menyebar, laksana api yang membara ke seluruh tanah air. Pidato mayor jenderal Soeharto ketika penggalian perwira-perwira yang dibunuh, disusul oleh laporan-laporan berita lainnya.menunjukan bahwa PKI melalui organisasinya yaitu pemuda Pemuda Rakyat Gerwani, berdiri dibelakang percobaan kudeta gerakan G 30 September. Masyarakat Indonesia merasa dikhianati oleh sebuah kelompok yang paling setia, yang paling progresif revolusiuner dan yang paling patriotic, sementara mereka menuduh pihak-pihak lain sebagai pengkhianat dan antek-antek pihak asing. Gelombang amarahnya meliputi seluruh bangsa Indonesia, yang akhirnya mencetuskan tuntutan agar PKI dibubarkan dan untuk di adili perbuatannya melalui rapat umum Kesatuan Aksi Menggayang Gerakan Kontra Revolusi 30 September (KAP-Gestapu) yang dibentuk oleh tokoh-tokoh NU,PSII,Partai Katolik,IPKI,dan Ormas masing-masing di Jakarta.
Dari segi militer situasi di propinsi agak mencemaskan. Dari 7 batalyon infrantri diponegoro yang berada di Jawa Tengah, pada tanggal 1 october 1965 lima batalyon memihak gerakan 30 September. Dengan gagalnya gerakan 30 September di Jakarta, kesatuan-kesatuan yang mendukungnya di Jawa Tengah tidak punya alasan untuk bertahan terus. Mereka menyatakan ketegasannya untuk melaksanakan peritah presiden dan Surjosumpeno. Tetapi loyalitas mereka sangat diragukan sebab panglima Divisi memerintahkan mereka untuk menempati posisi tempur di sumatera menghadapi posisi tempur di Malaysia, dan memulangkan pasukan-pasukan yang loyal dari Sumatera ke Jawa Tengah. Hanya saja pergatian itu tidak dapat dilaksanakan dengan segera, karena tidak tersedianya sarana angkutan.
Sementara itu para pemimpin Angkatan Darat di Surabaya Ragu-ragu untuk bergerak memihak PKI, tanpa adanya perintah yang jelas dari Jakarta, para pemimpin ansor memutuskan untuk bergerak menindak untuk mengambil prakarsa. Dalam pertemuan yang di adakan kira-kira tanggal 10 oktober 1965 di putuskan untuk mengadakan rapat-rapat umum serentak tengah hari tanggal 12 oktober 1965 di Kediri,blitar, trenggarek,dan kota-kota lainnya. Sesudah itu akan dilakkukan penyerangan terhadap kantor-kantor PKI dan pendukungnya yang di pandang bersimpati kepada PKI akan dibunuh. Sesudah para perwira angkatan darat setempat di pandang bersimapti kepada rencana mereka akan diberi tahu, demontrasi dilangsungkan dan sesuai “apel Singa umat islam” di Kediri,11 orang pendukung PKI di cincang sampai mati karena mencoa mempertahankan kantor partai yang telah dikepung. Pada tanggal 18 oktober 1965 terjadi suatu bentrokan besar antara pendukung PKI dengan pemuda-pemuda ansor yang dibantu Pemuda islam Yaitu, Pemuda Muhammadyah dan PSII di banyuwangi Selatan Ujung Timur Pilau Jawa. Kira-kira 35 mayat diketemukakan dimana beberapa ribu orang pendukung PKI.
Dijakarta angkatan darat bergerak cepat menahan kader-kader PKI dan para aktifis organisasi massanya, dimana diumumkan bahwa 200 orang telah di tahan. Sejalan dengan ini di jawa barat para pejabat militer melumpuhkan partai, dan pada bulan December lebih dari 10.000 orang telah ditangkap. Karena telah terputus dengan pimpinan-pimpinannya, para anggota biasa PKI lalu berkumpul dilapangan ,di kota-kota,dan di desa-desa secara sukarela membubarkan diri partai beserta organisasi pendukungnya tsb. Pada bulan November diumumkan bahwa kira-kira dua per 3 dari cabang-cabang dibubarkan dijawa barat, khususnya dipesisir utara sekitar Cirebon, indramayu,dan subang dimana PKI tidak berkesempatan meneliti masalah secara benar. Kedudukan PKI yang relative lemah dijawa Barat mempermudah pelaksanaan tugas angkatan darat (Harold Crouch). Di bagian-bagian Indonesia lain dimana PKI bukan merupakan kekuatan politik yang besar, biasanya angkatan darat bergerak lebih cepat menahan para aktifis PKI sebelum lawan-lawan sipil partai tersebut mengambil tindakan-tindakan yang lebih drastis. Walaupun demikian pembunuhan-pembunuhan terjadi diseluruh daerah, biasanya kerja sama dengan penguasa-penguasa militer setempat.
Pada tanggal 10 januari 1966, ribuan mahasiswa berkumpul difakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan merencanakan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat).tuntutan itu adalah :
• Pembubaran PKI dan ormas-ormasnya.
• Bersihkan Kabinet dan unsur-unsur G 30 S/PKI.
• Turunkan Harga-harga.
Sesuai pidato colonel Sarwo Edhie Wibowo, mereka berbaris menuju ke Departemen P dan K untuk menyampaikan tuntunan dan dari sana ke secretariat Negara disebelah istana Presiden dan bertemu dengan Chairul Saleh, mereka memutuskan demonstrasi pada hari-hari berikutnya.
Demonstrasi yang penuh dengan situasi pesta por tsb.ditujukan kepada kebijaksanaan yang ditempuh pemerintah dan anggota cabinet-kabinet tertentu, dan tidak secara explicit ditujukan kepada Presiden Soekarno. KAMI Bandung yang nantinya akan memasukkan nada yang jelas-jelas anti Soekarno ke dalam kampanye mereka tersebut.
BAB III
LAHIRNYA SURAT PERINTAH 11 MARET 1966
D. Serah Terima Yang Penuh Kontroversi
Sejak minggu pertama maret 1966, Jakarta dilanda demonstrasi pemberontakan-pemberontakan antara para demonstran pendukung presiden soekarno yang justru masing-masing pihak dibantu dan dilindungi oleh militer.
Pada tanggal 10 Maret 1966, Presiden Soekarno memanggil para pemimpin organisasi dan para partai politik untuk melakkukan siding 1 hari penuh. Ini adalah hari yang pertama dari usaha presiden untuk secara marathon mengembalikan kewibawaan politik dikalangan elit politik. Pada hari kedua 11 Maret 1966, direncanakan bersidang dengan anggota kabinet 100 menteri, dan pada hari ke tiga tanggal 12 Maret 1966, telah ditetapkan akan memanggil pimpinan ABRI beserta para panglima Daerah Militer seluruh Indonesia untuk bersidang.pada tanggal 10 April itu, setelah dicambuk oleh karisma pidato Presiden dan mendapat tekanan-tekanan, akhirnya pada hari itu juga para pemimpin politik dan organisasi dan semi politik mengeluarkan pernyataan bersama yang intinya mendukung presiden Soekarno.
Pada tanggal 11 Maret 1966, sesuai dengan rencananya Presiden Soekarno mengadakan sidang kabinetnya dengan 100 orang menteri, tetapi Men/Pangad Letnan Jenderal Soeharto tidak menghadirinya karena sakit. Beberapa saat setelah sidang berladan langsung pada jam 11.30, presiden menerima surat dari pengawalnya Brigadir Jend.Sabur, Yang memberitahukan kepadanya bahwa ada pasukan tidak dikenal telah mengepung istana dan sedang memasuki komplek istana. Setelah dibacanya , presiden dengan cepat meninggalkan ruang siding dan langsung menuju ke helicopter, kemudian terbang ke Bogor bersama Soebandrio dan Chaerul Saleh, siding tersebut ditutup 5 menit kemudian oleh J.Leimena.
Menurut pengakuan Amir Machmud surat perintah 11 Maret 1966 dirumuskan setelah ketiga jenderal itu berbicara dengan presiden soekarno dan memahami keinginan-keinginan. Surat tersebut dirancang oleh ketiga jenderal itu dengan bantuan Brigadir Jend.Subur. presiden soekarno lalu menunjuk kepada Soebandrio , chaerul saleh dan leimena. Menurut keterangan jenderal A.H Nasution bahwa konsep “surat perintah 11 Maret” tersebut terbuat oleh Presiden Soeharto. Menurut jenderal A.H Nasution ketiga jenderal itu baru menyadari dalam perjalanan mereka kembali ke Jakarta Bahwa surat perintahnya itu merupakan suatu penyerahan kekuasaan kepada letnan.jenderal Soeharto . namun, menurut keterangan John Hughes bahwa konsep surat perintah 11 Maret 1966 di buat oleh TNI.AD dan kemudian disodorkan kepada presiden soekarno untuk ditanda tangani setelah dilakkukan pembicaraan di antara mereka dan kemudian presiden soekarno menanyakan ketiga perwira tinggi TNI-AD itu, apakah punya saran dan usul. Menurut polomka mengatakan bahwa konsep surat perintah 11 Maret itu di buat di Jakarta dan kemudian menyerahkan kepada presiden Soekarno dengan ultimatum agar segera ditandatangani.
Menurut Ulf Sundhaussen bahwa orang bisa berdebat apakah secara praktisinya tidak merupakan suatu kudeta . angkatan darat tegas-tegas menolak interpretasi seperti itu. Mereka (AD) beralasan bahwa “surat perintah 11 Maret “,itu merupakan suatu serah terima kekuasaan terbatas secara sah dari soekarno kepada soeharto, dan saat itu presiden soekarno pun,masih tetap memimpin pemerintahan. Argument ini tentunya bisa saja dikaitkan orang dengan demonstrasi dari pihak RPKAD serta memanfaatkan kepanikan Soekarno yang diakibatkan kehadiran pasukan itu. Bahkan seandainya dikemukakan argument bahwa, orang-orang radikal dalam tubuh angkatan darat tidak menduga sebelumnya bahwa “pameran kekuatan” mereka yang kecil-kecilan itu akan mencapai hasil yang begitu nyata, seperti larinya Soekarno ke Bogor serta tidak diketemukannya bukti keterlibatan soeharto dalam gerakan pasukan itu. Tapi realita sejarah yang telah berlangsung adalah bahwa kaum moderat dan kaum radikal telah bersama-sama tidak menyia-nyiakan peluang dan memanfaatkan ketakutan soekarno.
Berangkat dari pendapat-pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa penyerahan surat peritah 11 Maret dari presiden Soekarno kepada Letnan Jenderal Soeharto adalah serah terima kekuasaan terbatas secara sah dibidang ketertiban dan keamanan serta bukan merupakan kudeta atau paksaan dari ketiga jenderal Angkatan Darat.
E. Pembubaran PKI dan Ormas-Ormasnya
Pada tanggal 11 Maret 1966, presiden soekarno mengeluarkan surat perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk atas nama presiden /pangti ABRI/pemimpin besar revolusi No.1/31966 mengambil segala tindeakan yang di anggap perlu guna terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan pemerintah.
Pemberian surat perintah tersebut merupakan pemberian wewenang dan sekaligus kepercayaan kepada soeharto untuk mengatasi keadaan yang pada waktu yang tidak menentu.
Tindakan pertama yang dilakkukan oleh soeharto dan melarang PKI beserta organisasi masanya yang bernaung atau berlindung ataupun yang seasas dengannya diseluruh wilayah Indonesia dan kepada mahasiswa serta pelajar untuk segera kembali ke bangku kuliah. Dalam seruan yang sama para anggota partai terlarang harus segera melaporkan diri paling lambat akhir Maret 1966.
Pada tanggal 13 maret 1966 ketegangan di kalangan angkatan bersenjata timbul oleh karena semua pihak telah mengambil kesimpulan mereka sendiri-sendiri tentang apa yang terjadi. Dirangsang kegeraman atas penggunaan kekuasaan soeharto yang baru untuk membubarkan PKI atas nama presiden, soekarno memanggil para wakil perdana menteri dan Angkatan Laut, kepolisian, dan Angkatan Udara ke istana Bogor. Sementara para perwira kostrad juga siap-siap untuk melawan serangan dari pihak Angkatan Udara. Pasukan angkatan darat dan pasukan angkatan udar dipersiapkan untuk siap siaga. Pasukan kostrad menduduki tempat-tempat strategies diwilayah kota sedangkan KKO serta pasukan kepolisian siap siaga untuk bertindak. Sementara masing-masing angkatan berhadapan satu sama lain. Jenderal A.H Nasution memanggil para wakil keempat angkatan kerumahnya pada malam hari. Pada permulaan pertemuan itu Kemal Idris yang menjadi wakil dari angkatan darat menolak untuk berjabat tangan dengan laksamana muljadi, Mayor Jend.Hartono dan wakil dari angkatan udara Komondor Rusmin Nurjadin. Akan tetapi sesudah terjadi diskusi yang hangat suatu
pengertian bersama dapat disepakati dan stiap orang kemudian saling berjabat tangan.

F. Interpretasi Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966
Merupakan pengakuan Amir Mahmud kepada kompas 12 Maret 1971 bahwa, surat perintah 11 Maret dirumuskan setelah ketiga jenderal itu berbicara dengan presiden soekarno dan memahami keinginan-keinginannya. Surat itu dirancang oleh ketiga jenderal itu dengan bantuan brigadier jenderal sabur. Presiden soekarno kemudian menunjukan kepada soebandrio.chaerul saleh dan J.Leimena. menurut amir Machmud Soebandrio membubuhkan perubahan-perubahan kecil dalam rumusan, kemudian presiden soekarno menanda tangani. Demikian juga menurut Soegiarso Soerojo Konsep surat pemberian wewenang itu kemudian disusun oleh jend.sabur, komandan pasukan Cakrabirawa. Berkali-kali konsep itu dibuat melalui penelitian ketiga waperdam. Menurut keterangan jend.AH Nasution, bahwa konsep “surat 11 Maret “ tersebut dibuat oleh presiden soekarno sendiri bersama ketiga Waperdam dan Ketiga jenderal angkatan Darat. Oleh brigadier Jend.Sabur, surat itu diketik sendiri untuk kemudian diserahkan kepada presiden soekarno. Menurut jend.A.H.Nasution, ketiga jenderal tersebut baru menyadari dalam perjalanan kembali dari Bogor menuju Jakarta bahwa surat perintah itu sesungguhnya merupakan suatu penyerahan kekuasaan kepada Letn.Jend Soeharto. Namun menurut John Hughes dan polomka bahwa, konsep surat perintah 11 Maret di buat oleh TNI-AD di Jakarta dan kemudian menyerahkannya kepada presiden soekarno dengan ultimatum agar di tandatangani.
Pendapat john hughes dan polomka ini sulit kiranya untuk dipercaya bahwa, para jenderal tersebut membawa rancangan surat itu dari Jakarta kemudian menyerahkannya kepada presiden dengan ultimatum agar di tanda tangani. Pendapt ini dibantah oleh ulf Sundhausser mengatakan bahwa boleh jadi ketika jenderal itu ketika diberikan tugas paling banter baru mempunyai suatu gambaran yang samar-samar. Menurut Ulf Sundhausser bahwa orang bisa mengatakan dan berdebat apakah secara praktis tidak merupakan kudeta? Angkatan darat tegas-tegas menolak interpretasi seperti ini dan menunjukan bahwa “surat perintah 11 Maret” itu merupakan suatu serah terima kekuasaan terbatas secara sah dari presiden soekarno kepada letn.jend soeharto masih tetap memimpin pemerintahan. Argument ini tentunya bisa saja di kaitkan orang dengan demonstrasi dari pihak RPKAD dan memanfaatkan kepanikan soekarno yang di akibatkan hadirnya pasukan yang tak dikenal.
Berangkat dari pendapat-pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa penyerahan surat perintah 11 Maret dari presiden soekarno kepada letnan jederal soeharto merupakan serah terima kekuasaan terbatas dibidang ketertiban dan keamanan secara sah dari presiden soekarno kepada letnan jend soeharto tanpa adannya paksaan dari ketiga jenderal Angkatan Darat. Dengan demikian jelaslah bahwa lahirnya surat perintah 11 Maret bukanlah merupakan suatu kudeta atau paksaan dari ketiga jenderal Angkatan Darat.























JUDUL BUKU : Epilog KUDETA G 30 S PKI
PENULIS : Drs.Husnu Mufid,M.pd.I
CETAKAN PERTAMA : Maret 2008

NAMA : ASTRID ANNISA PUTRI
KELAS : 11-14C
NIM : 2007110533

Psikologi Assignment

MENDENGARKAN “LISTENING”
Kebanyakan dari kita ini adalah pendengar yang buruk, tetapi dapat memperbaiki efektivitas mendengarkan kita. Karena banyaknya waktu yang kita gunakan untuk kegiatan mendengarkan, meningkatkan keterampilan ini merupakan usaha yang bermanfaat tetapi diperlukan usaha. Mendengarkan secara efektif tidak mudah diperlukan waktu dan energy.
 HAKEKAT MENDENGARKAN

Karena kegiatan mendengarkan acapkali hanya dipahami secara samar-samar, dan adakalanya dipahami secara tidak akurat , kita perlu menelaah hakekat secara lebih menyeluruh.

 DEFINISI dari MENDENGARKAN

Definisi dapat diartikan sebagai proses aktif menerima rangsangan (stimulus ) telinga
(Aural). Berlawanan dengan konsepsi yang popular, mendengarkan merupakan proses yang aktif, tidak pasif. Mendengarkan tidak terjadi begitu saja, kita harus melakkukannya. Mendengarkan menuntut tenaga dan komitmen. Mendengarkan ( listening )menyangkut penerimaan rangsangan dan karenanya berbeda-beda dengan mendengar ( hearing ) sebagai suatu proses fisiologis. Kata “menerima” menegaskan bahwa seseorang menyerap rangsangan ( stimulus ) dan memprosesnya dengan cara tertentu. Setidak-tidaknya selama beberapa waktu, isyarat yang diterima ditahan. Mendengarkan menyangkut rangsangan aural yaitu ( gelombang suara ) yang diterima oleh telinga. Mendengarkan, karenanya tidak terbatas hanya pada isyarat-isyarat verbal ( kata ), melainkan juga mencakup semua isyarat yang dapat di dengar, suara-suara bising selain juga kata-kata, music selain juga prosa. Mendengarkan adalah keterampilan yang sangat penting dalam segala bentuk komunikasi antar manusia.

 Jenis-jenis Mendengarkan ada tiga jenis yaitu :
1. Mendengarkan untuk kesenangan
Mendengarkan untuk kesenangan menyita cukup banyak waktu mendengarkan kita. Kita mendengarkan music , siaran olahraga, atau pertunjukan televise pada dasarnya untuk kesenangan. Ketika, mendengarkan untuk kesenangan anda sementara melupakan dosen yang cerewet, menjauhkan diri anda dari rangsangan yang lain, santai dan menikmati rangsangan ini, kegiatan ini relative pasif.


2. Mendengarkan untuk informasi
Sebagai mahasiswa atau pelajar , tanggung jawab utama mendengarkan anda terpusat pada mendengarkan untuk informasi. Dikelas anda mendengarkan guru atau dosen dan rekan mahasiswa yang lain. Ketika,anda menyetel radio mobil anda untuk mendengarkan hasil pertandingan sepak bola anda lagi-lagi mencari informasi. Dalam kelompok kecil atau situasi antar pribadi, banyak dari waktu anda digunakan untuk mendengarkan informasi apa yang terjadi pada sekarang atau ke depannya.
Kedua macam kegiatan ini sering kali, mendengarkan untuk kesenangan dan mendengarkan untuk informasi sering kali berkaitan. Media-media massa khususnya sangat sensitive terhadap pentingnya menggabungkan program hiburan dengan program informasi lain.
3. Mendengarkan untuk Membantu
Fungsi membantu karena pada kegiatan mendengarkan merupakan hal yang paling penting yang akan kita singgung berulang kali. Bila anda mendengarkan seseorang mengeluh, membicarakan suatu masalah, atau berusaha mengambil keputusan dan sering kali mendengarkan untuk membantu.

 HAMBATAN-HAMBATAN TERHADAP MENDENGARKAN YANG EFEKTIF
Langkah pertama dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan adalah mengenali dan memerangi berbagai penghambat mendengarkan yang efektif.yaitu:
a) Sibuk dengan diri sendiri
Barang kali penghambat yang paling serius dan paling merusak atas mendengarkan yang efektif adalah kecendrungan kita untuk menjadi sibuk dengan diri sendiri. Sebagai contoh, anda mungkin memusatkan perhatian anda pada tindak tanduk anda sendiri selama beriteraksi pada masalah apakah anda mengkomunikasikan citra yang tepat. Adakalanya kesibukan dengan diri sendiri timbul karena adanya memikul peran sebagai pembicara.
b) Sibuk dengan masalah-masalah Eksternal
Penghambat lain adalah kecendrungan untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang tidak relevan dengan interaksi. Anda memikirkan apa yang anda lakkukan Sabtu kemarin anda membuat rencana untuk mala mini atau memikirkan film yang akan anda saksikan nanti malam, tentu saja makin sibuk anda memikirkan
soal-soal eksternal ini makin tidak efektif anda mendengarkannya.

c) Mempertajam ( SHARPENING )
Dalam mempertajam satu atau dua aspek dari pesan disoroti, ditekankan dan barang kali di bumbui. Sering kali konsep yang kita pertajam adalah hal tertentu yang kebetulan menonjol dibandingkan dengan aspek yang lainnya.

d) ASIMILASI
Asimilasi adalah kecendrungan untuk mengkonstruksi pesan sedemikian hingga sesuai denagn sikap, prasangka, kebutuhan, dan nilai anda sendiri.

e) FAKTOR KAWAN ATAU LAWAN
Faktor ini sering kali membuat kita mendistorsi pesan karena sikap kita terhadap orang lain.

f) MENDENGARKAN YANG DIHARAPKAN
Bila kita mendengarkan sering kali kita terhanyut dalam pesan pembicara. Tetapi, acapkali kita tidak mendengar apa yang sebenarnya dikatakan dan sebaliknya mendengar apa yang kita harapkan.


 MENDENGARKAN SECARA EFEKTIF
Karena anda mendengarkan karena berbagai alasan dan untuk tujuan yang berbeda-beda, prinsip-prinsip yang anda terapkan dalam mendengarkan secara efektif haruslah berbeda dari satu situasi ke situasi yang lain. Berikut ini kita identifikasi 4 dimensi mendengarkan dan kita ilustrasikan kesesuaian berbagai model mendengarkan untuk situasi komunikasi yang berlainnan.

a. Mendengarkan Partisipatif dan Pasif
Kunci mendengarkan yang efektif adalah berpartisipasi. Barang kali persiapan terbaik untuk mendengarkan yang partisipatif adalah berlaku seperti seseorang yang berpartisipasi ( secara fisik dan mental)dalam tindak komunikasi. Ini mungkin terdengar remeh dan berlebihan tetapi dalam praktek, inilah mungkin kaidah mendengarkan yang efektif yang paling banyak diabaikan. Mahasiawa mungkin seringkali misalnya, mengangkat kaki mereka ke atas kursi, menyandarkan kepala ke sisi, dan berharap dapat mendengarkan secara efektif. Ini tidak benar, mengapa? Ingatlah saat tubuh anda bereaksi terhadap berita penting. Hamper segera mengambil posisi tegak, memiringkan tubuh kea rah pembicara dan relative tidak berbicara. Anda melakkukan ini secara reflex karena dengan cara inilah anda dapat mendengarkan secara paling efektif. Tidaklah harus berate bahwa anda harus bersikap tegang dan tidak nyaman ketika mendengarkan, hanyalah bahwa tubuh anda akan mencerminkan pikiran yang aktif.
Yang paling penting daripada kewaspadaan fisik ini adalah kesiagaan mental. Sebagai pendengar partisipasi dalam interaksi komunikasi adalah setara dengan pembicara, sebagai orang yang secara emosional dan intelektual siap untuk terlibat dalam proses berbagai makna.
Tetapi mendengarkan secara pasif bukanlah tidak bermanfaat. Mendengarkan secara pasif tanpa berbicara dan tanpa mengarahkan pembicaraan dengan cara-cara non verbal, merupakan cara yang ampuh untuk mengkomunikasikan akseptansi. Mendengarkan secara pasif memungkinkan pembicara mengembangkan pemikiran dan gagasannya didepan orang lain yang menerima tetapi tidak mengevakuasi, yang mendukung tetapi tidak mencampuri. Dengan mendengarkan secara pasif anda menciptakan suasana yang mendukung dan reseptif. Jika ini telah tercipta, anda mungkin dapat mulai berpartisipasi secara lebih aktif secara verbal dan non verbal.
Bentuk lain dari mendengarkan secara pasif adalah sekadar duduk bersandar , santai, dan membiarkan rangsangan suara membelai anda tanpa menggunakan energy yang berarti, dan khususnya tanpa anda mengarahkan rangsangan itu sama sekali. Mendengarkan music benar-benar untuk kesenangan dan bukan untuk melakkukan kritik barangkali merupakan contoh yang baik.
Dalam melakkukan upaya mendengarkan secara partisipatif dan pasif, ingatlah beberapa pedoman berikut :
• Berusahalah mendengarkan, mendengarkan adalah kerja keras karena itu bersiaplah untuk berpartisipasi secara aktif.
• Lawanlah sumber-sumber gangguan sedapat mungkin. Singkirkan gangguan atau interferensi, sehingga tugas mendengarkan anda tidak menghadapi pesaing.
• Jangan melamun-kecendrungan alamiah membiarkan pikiran anda melantur.
• Karena kita dapat memproses informasi lebih cepat dari pada kecepatan pembicara berbicara, seringkali ada waktu senggang.
• Asumsikan bahwa apa yang dikatakan pembicara bermanfaat. Janganlah beranggapan bahwa apa yang anda katakana lebih berharga daripada pernyataan pembicara.

b. Mendengarkan secara EMPATIK dan secara Obyektif

Jika anda ingin memahami apa yang dimaksud dan dirasakan seseorang anda perlu mendengarkan secara empati ( Rodgers & Farson 1981 ). Berempatilah kepada orang lain artinya ikut merasakan apa yang dirasakan mereka, melihat dunia seperti yang mereka lihat. Hanya bila anda bisa berempati anda dapat memahami maksud orang lain sepenuhnya.
Tidak ada metode cepat untuk melakkukan empati, tetapi ada beberapa hal yang harus anda upayakan. Misalnya penting bagi seorang pelajar untuk mengetahui sudut pandang pelajar. Pelajar yang popular secara intelektual munkin memahami mengapa pelajar yang tidak popular dapat mengalami perasaan depresi, tetapi hal ini tidak akan membuat mereka memahami perasaan tertekan secara emosional. Untuk merasakan ini mereka harus menempatkan diri pada posisi pelajar yang tidak popular, belajar bermain peran dan mulai merasakan apa yang dirasakan pelajar tidak popular itu dan berpikir menurut jalan pikiran mereka.
Meskipun untuk kebanyakan situasi komunikasi mendengarkan secara empatik merupakan moda menaggapi yang paling dianjurkan, ada waktu-waktu ketika anda perlu melangkah lebih jauh untuk mengukur makna dan perasaan menurut kenyataan obyektif adalah penting untuk mendengarkan keluhan.
• Lakukan dialog, jangan monolog komunikasi adalah proses dua arah.
• Pahamilah sudut pandang pembicara.
• Pandanglah pembicara sebagi pihak yang setara.
• Cobalah memahami pemikiran dan perasaan lawan bicara .
• Jangan mendengarkan secara ofensif kecendrungan untuk mendengarkan informasi sepotong-sepotong yang akan memungkinkan anda menyerang pembicara atau menemukan kesalahan dalam pernyataan pembicara.

c. Mendengarkan Tanpa Menilai dan mendengarkan secara Kritis
Mendengarkan secara efektif melibatkan tanggapan baik yang bersifat tidak menilai ( nonjudgmental ) maupun yang kritis. Kita perlu mendengarkan tanpa menilai dengan pikiran terbuka dan berusaha memahami. Tetapi, kita juga perlu mendengarkan secara kritis dengan tujuan melakkukan evaluasi atau penilaian. Jelasanya kita perlubterlebih dahulu mendengarkan untuk memahami dan menahan diri untuk tidak tidak melakkukan penilaian. Mendengarkan dengan pikiran yang terbuka sangat sukar, contoh mendengarkan argument yang menentang keyakinan tertentu yang popular atau mendengarkan kritik terhadap nilai-nilai anda. Selanjutnya kita juga harus mendengarkan secara adil ( fair), meskipun ada pernyataan-pernyataan yang tidak pada tempatnya atau bernada memusuhi.
Tetapi jika komunikasi yang bermakna perlu diciptakan anda perlu melengkapi tindak mendengarkan dengan pikiran terbuka ini dengan tindak mendengarkan secara kritis. Mendengarkan dengan pikiran terbuka akan membantu anda memahami pesan secara lebih baik. Mendengarkan dengan pikiran kritis akan membantu anda menganalisis pemahaman ini dan mengevaluasi pesan tadi. Dalam mengatur tindak mendengarkan tanpa menilai dan tindak mendengarkan secara kritis perhatikan pedoman-pedoman berikut :
• Jagalah agar pikiran selalu terbuka. Hindari pra penilaian. Tundalah penilaian anda sampai anda sepenuhnya.
• Jangan menyaring pesan yang sulit. Hindari penyederhanaan yang berlebihan.
• Jangan menyaring pesan yang tidak disukai. Tak seorang pun dari kita yang ingin mendengar sesuatu yang kita yakini tidak benar.
• Sadarilah bias-bias kita sendiri, bias-bias ini mungkin mengganggu tindak mendengarkan yang akurat dan menyebabkan anda mendistorsi penerimaan pesan melalui proses asimilasi.
• Nilailah isi sesuai dengan yang disampaikan jangan cara menyimpan di anggap sebagai isi.
Janganlah mendengarkan secara tidak kritis bila anda perlu melakkukan evaluasi.